Monday, 24 February 2020

Analisis Saham: Dead Cat Bounce Trading

Pernahkah anda mendengar istilah DEAD CAT BOUNCE? Istilah ini seringkali digunakan di dalam dunia trading saham khususnya ketika kita membahas analisis teknikal. Jadi, apa maksudnya dead cat bounce itu?

Kalau diterjemahkan secara per kata dead = mati, cat = kucing, bounce = lompatan / pantulan. Di dalam trading saham, istilah dead cat bounce artinya kenaikan harga saham yang bersifat sementara alias 'kenaikan tipuan'. 

Jadi saham hanya naik sebentar lalu membentuk tren turun lagi. Tentu saja hal ini bisa menipu trader. Kebanyakan trader yang melihat saham naik (padahal pasar saham masih bearish), trader mulai berburu sahamnya dalam jumlah, padahal kenaikannya hanya sesaat saja. Tidak lama kemudian saham tersebut balik turun lagi. 

Sebenarnya istilah dead car bounce ini mirip dengan technical rebound (TR). TR adalah kenaikan saham yang terjadi sementara setelah turun. Kalau anda ingin baca lebih lanjut tentang TR, anda bisa baca disini: Technical Rebound Saham. 

Dead cat bounce
Tapi dead cat bounce boleh saya katakan lebih buruk dari TR, karena jangka waktu dead cat bounce sangat singkat, dan kenaikannya tidak bertahan lebih dari satu hari. Dead cat bounce biasanya sering terjadi ketika saham naik sangat tinggi dalam sehari, lalu setelah itu sahamnya turun lagi. Berikut beberapa contoh pola dead cat bounce pada chart saham (saham PTBA):

Perhatikan saham PTBA diatas yang saya beri tanda lingkaran, di mana saham PTBA hanya naik sehari saja setelah itu kembali membentuk tren turun lagi. 

Dan bisa kita lihat, dead cat bounce ini sering terjadi ketika saham naik cepat dalam sehari (lihat candle2 hijau panjang di tanda lingkaran), dan setelah naik tinggi sehari, besoknya saham cenderung turun lagi. 

Lalu, bagaimana cara mengetahui suatu saham bakalan mengalami dead cat bounce? Untuk mengetahui lebih mudah, dead cat bounce itu sangat sering terjadi dalam dua kondisi berikut: 

1. Pasar saham bearish 

Kalau pasar saham cenderung bearish, IHSG lagi turun terus (banyak sentimen negatif), hal ini membuat mayoritas saham akan turun. Sehingga, kenaikan saham mungkin hanya terjadi sebentar lalu melanjutkan tren turunnya lagi. 

Kita sudah berkali-kali menghadapi pasar saham bearish. Kalau anda sudah pengalaman trading, anda pasti mengalami bagaimana kondisi pergerakan saham ketika sedang bearish. 

Itulah mengapa saya sering menyarankan pada anda, terutama ketika pasar saham bearish, sebaiknya anda lebih berhati-hati dalam trading. Jangan gegabah membeli saham dalam jumlah besar.

Jangan gegabah membeli saham hanya karena sahamnya terlihat naik sedikit, padahal kondisi pasar saham sedang turun banyak saat itu. Karena ya itu tadi, anda akan menghadapi risiko DEAD CAT BOUNCE. Baca juga: Belajar Saham: Saham Turun & Peluang Trading.  

Dalam kondisi market bearish sebaiknya tunggulah saham2 dan IHSG-nya sendiri sudah mengalami techincal rebound dan pilihlah saham2 yang secara teknikal punya pola yang bagus, dan mudah naik di saat saham2 sudah mulai rebound, sehingga anda terhindari dari dead cat bounce. 

Anda bisa pelajari cara-cara memilih saham yang sudah murah dan berpotensi rebound disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah.

2. Saham-saham yang teknikalnya jelek atau saham2 yang sedang bermasalah 

Walaupun kondisi pasar saham sedang tidak bearish, dead cat bounce juga sangat mungkin terjadi, terutama pada saham-saham yang teknikalnya jelek, atau saham2 yang sedang bermasalah secara kinerja. 

Saham2 yang teknikalnya jelek, trennya turun, likuiditasnya rendah, kenaikan saham2 seperti ini sangat mudah menjebak anda, sehingga ada baiknya anda menghindari saham2 tersebut. 

Selain itu, saham2 yang sedang turun banyak karena masalah fundamental juga sangat berpotensi terkena dead cat bounce. 

Kasus saham AISA misalnya yang pernah terkena kasus beras oplosan. Saat itu saham AISA terus turun, namun sesekali saham AISA bisa naik naik sampai 12%. Tetapi kenaikannya hanya sebentar, lalu turun lagi dan sekarang sahamnya balik ke harga gocap. Itulah salah satu contoh dead cat bounce. 

Sudah menangkap apa itu dead cat bounce? 

Intinya, jangan mudah tergoda membeli saham hanya karena sahamnya kelihatan naik. Ada banyak saham yang terlihat naik tapi bisa menipu trader. Oleh karena itu, sebelum membeli saham perhatikan tiga hal penting: 

1. Analisa apakah sahamnya sudah diskon / murah secara teknikal
2. Perhatikan kondisi market
3. Perhatikan pola saham tersebut (layak trading / tidak). Baca juga: Cara Menemukan / Screening Saham yang Layak Trading. 

Trading Harian Saham - Profit Cepat di Saham

Jika anda ingin trading dengan cara membeli dan kemudian menjual saham dalam waktu cenderung singkat, anda bisa menerapkan strategi TRADING HARIAN (intraday trading saham). 

Di dalam trading harian, anda membeli dan menjual saham di hari yang sama, atau sampai 2-3 hari trading. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Cepat. 

Selama ini trading harian / trading cepat banyak diaplikasikan dalam trading forex, karena pergerakan naik-turunnya mata uang (forex) sangat cepat, sehingga fluktuatif tersebut bisa dimanfaatkan untuk trading dalam waktu yang singkat.  

Namun di dalam praktiknya, trading harian juga sangat efektif diterapkan untuk trading saham, karena banyak saham yang punya fluktuatif yang bagus untuk ditradingkan jangka pendek. 

Praktik-praktik memilih saham yang bagus untuk trading harian plus analisa tape reading untuk intraday saham bisa anda pelajari disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman). 

Saya pribadi juga menerapkan strategi2 trading harian, dan trading harian saham cocok diterapkan untuk anda yang memiliki tujuan-tujuan trading berikut: 

1. Tidak ingin hold saham terlalu lama 

Jika anda adalah tipe trader yang suka membeli dan menjual saham dalam waktu yang cenderung singkat, anda tidak nyaman kalau menyimpan saham sampai saham anda "menginap" di portofolio, maka ada baiknya anda menerapkan strategi intraday trading, karena strategi intraday trading memang dikhususkan untuk anda yang ingin trading cepat. 

2. Mendapatkan profit jangka pendek dari trading (harian)

Anda yang ingin mendapatkan profit jangka pendek, khususnya jangka waktu harian atau beberapa hari, maka anda bisa menerapkan strategi trading harian saham.

Jadi jangan salah menggunakan strategi trading, karena banyak trader yang ingin beli jual saham dalam waktu singkat, namun trader menggunakan analisis-analisis untuk trading bulanan. Tentu saja cara ini justru tidak efektif untuk mendapatkan profit jangka pendek seperti yang anda harapkan.  

3. Intraday trading cocok diterapkan ketika kondisi pasar saham bearish 

Dalam kondisi market yang cenderung bearish, strategi trading harian lebih cocok diterapkan karena market yang bearish umumnya memiliki pola technical rebound beberapa hari sebelum turun lagi dibawah support2nya. 

Sehingga, ketika pasar saham sedang bearish anda bisa memanfaatkan momentum technical rebound di saham2 yang polanya bagus untuk ditradingkan jangka pendek. Di saat market bearish, strategi buy and hold tidak terlalu cocok karena banyak saham yang kenaikannya tidak bertahan terlalu lama. 

STRATEGI TRADING HARIAN, TARGET PROFIT & FREKUENSI TRADING 

Trading harian harus dilakukan dengan strategi dan cara memilih saham yang benar, karena anda harus bisa mencari saham2 yang punya potensi naik jangka pendek. So, anda tidak boleh gambling dalam trading harian. Anda bisa praktikkan: Cara Memilih Saham untuk Trading Harian. 

Walaupun strateginya adalah trading cepat, anda harus membeli saham berdasarkan analisis yang layak, terutama anda harus menggunakan analisis teknikal untuk seleksi saham, analisa tape reading (bid offer) untuk memahami kekuatan beli jual saham saat itu. Baca juga: Teknik dan Analisa Tape Reading Saham. 

Di satu sisi, anda juga harus perhatikan target profit dan frekuensi trading. Trading harian memang sedikit berbeda dengan strategi trading lainnya, karena trading harian memiliki frekuensi trading yang lebih banyak. 

Nah, karena frekuensi trading harian cenderung lebih banyak dan take profit dilakukan dalam jangka pendek, maka target profit untuk trading harian disarankan tidak terlalu tinggi (pasanglah target yang realistis). Saya pernah bahas juga tulisannya disini: Frekuensi Trading Saham Ideal.

Jadi untuk anda yang ingin menjalankan aktivitas trading harian, anda bisa jalankan strategi2 dan perhatikan hal2 perlu dianalisa. Pos ini sudah menjelaskan poin2 penting untuk trading cepat. 

Sunday, 23 February 2020

Analisis Saham Gocap

Saham gocap merupakan saham yang harganya Rp50 per lembar. Dan di pasar reguler, Rp50 adalah harga terendah di pasar saham. Artinya, kalau saham harganya sudah turun terus sampai ke Rp50, maka saham tersebut sudah nggak mungkin turun dibawah itu. 

Jika anda punya saham gocap, anda tidak akan bisa menjualnya di pasar reguler. Untuk menjual saham gocap, anda bisa pelajari kembali tulisan saya disini: Cara Menjual Saham Gocap. 

Kalau anda pembaca setia web Saham Gain ini, saya sebenarnya sudah beberapa kali menuliskan tentang saham gocap. Anda bisa baca-baca lagi disini: Saham Gocap.  Disini saya ingin mengulas saham-saham yang berpotensi untuk menjadi saham gocap. 

"Maksudnya gimana Bung Heze?" Tanya anda  

Saya sering menemukan saham2 yang harganya terus turun sampai dibawah Rp200 bahkan dibawah Rp100 per saham. Cepat atau lama, biasanya saham-saham tersebut bakalan turun terus sampai ke harga gocap. 

Sudah banyak sekali contohnya seperti saham POSA, IATA, TRAM, BKSL, MYRX, BUMI (BUMI sempat naik ke 500 namun tidak bertahan lama) dan masih banyak lainnya. 

Dan saham-saham yang turun terus sampai mendekati gocap, memang secara fundamental perusahaannya juga punya kinerja yang tidak terlalu bagus (sering rugi bersih, PER  dan EPS minus, ekuitas negatif, size perusahaan sangat kecil). 

Saham MYRX
Diatas adalah salah satu contohnya, saham MYRX, di mana saham ini terus turun sampai ke level 100-an dan pada akhirnya MYRX balik ke harga gocap. Saham MYRX ini turun karena kasus saham gorengan Bentjok dan kinerja perusahaan memang menurut saya pribadi, kurang bagus. 

Jadi kalau anda ingin membeli saham entah untuk investasi atau trading, anda harus waspada dengan saham-saham yang harganya sudah turun sampai dibawah Rp200 atau bahkan dibawah Rp100. 

Terutama kalau saham tersebut awalnya ada di harga yang agak tinggi (diatas Rp500), lalu secara berangsur saham terus turun sampai di level Rp100-an. Nah, anda harus waspadai saham2 tersebut, karena saham2 seperti ini sangat berpotensi untuk turun ke harga gocap. 

Kalau saham sudah turun ke gocap, seperti yang saya jelaskan tadi, anda tidak akan bisa jual di pasar reguler. Selain itu, kita tidak tahu kapan saham gocap akan naik lagi, mengingat saham2 yang turun terus sampai ke level terendah mayoritas adalah saham2 yang kinerja perusahaannya jelek. 

Saham TELE
Salah satu contoh lainnya yang saya temukan adalah saham TELE. Saaham TELE ini dulunya harganya sekitar 700-800. Namun kemudian saham ini turun terus sampai harganya di kisaran Rp150-an. 

Walaupun tidak selalu, tetapi saham seperti ini ada potensi untuk 'mencapai' level gocap, karena banyak yang menjual sahamnya dan sahamnya terus turun mendekat Rp50. Logikanya, kalau saham tersebut menarik dan fundamentalnya baik, tentu sahamnya tidak akan turun sampai serendah itu. 

Nah untuk memilih saham yang layak dibeli, anda harus menggunakan analisa2 dan screening saham yang tepat. Saya sudah pernah membahas cara memilih saham yang bagus untuk dibeli, termasuk analisa2nya secara lengkap & praktikal disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih (Screening) Saham Bagus. 

Jadi kalau anda menemukan saham2 yang harganya sedang turun-turunnya, waspadai saham tersebut. Kalau anda ingin mentradingkan sahamnya, gunakan strategi trading cepat alias "hit and run". 

Strategi trading cepat bisa anda pelajari disini: Cara Trading Saham 15 Menit - Scalping Trading. 

Karena kalau anda menyimpan sahamnya terlalu lama, risikonya cukup besar, yaitu potensi saham tersebut mengalami penurunan lanjutan ke level gocap.

Di pasar saham kita, sebenarnya ada banyak saham yang gocap ataupun yang berpotensi menjadi gocap. Namun banyak yang belum mengulas hal tersebut. Semoga tulisan ini bisa menambah pengetahuan kita semua tentang analisis saham gocap di Bursa Efek.   

Saham Naik, Kapan Take Profit?

Di beberapa pos sebelumnya, kita sudah membahas tentang 'saham turun' dan cara menyikapinya sebagai seorang trader / investor saham. Anda bisa pelajari kembali tulisan saya disini: Saham Turun Terus, Masih Layak Dibeli? Cara Menyikapi Saham yang Turun.

Pada pos kali ini, kita akan membahas tentang 'saham naik', karena banyak pertanyaan dari teman-teman trader yang bingung kapan harus take profit / menjual saham, setelah saham yang dibeli naik. 

Ketika saham yang anda beli naik, kapan sebaiknya take profit? Menjawab pertanyaan tersebut, tentu anda butuh analisa lebih mendalam. Ada beberapa faktor dan analisa yang harus anda pertimbangkan. 

Di dalam trading saham, kita tidak bisa menentukan menggunakan aturan baku misalnya: "Anda disarankan take profit kalau saham anda sudah naik 5%". "Anda sebaiknya take profit saat saham anda naik minimal 10%". 

Saran-saran tersebut sering kita jumpai. Namun faktanya, menetapkan target profit yang terlalu baku tidaklah semudah itu, karena kita menghadapi fluktuatif dan dinamika pasar saham. 

Oleh karena itu, menentukan kapan anda take profit ketika saham anda naik, anda perlu menganalisa hal-hal berikut ini:  

1. Saat target profit anda sudah tersentuh 

Setelah membeli saham, anda harus memiliki target harga jual (anda ingin jual saham di harga berapa). Jadi ketika saham anda sudah naik mencapai target profit anda, saat itulah anda bisa menjual saham anda. 

Bagaimana cara menentukan target take profit? Anda harus menentukannya berdasarkan analisis teknikal (melihat titik support-resisten) atau menentukan berdasarkan bid-offer (jika anda trading harian). 

Pelajari juga analisis2 memilih saham dan untuk menentukan take profit disini: Cara Menentukan Target Take Profit dan Stop Loss Saham, dan Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

Saya selalu menyarankan agar trader selalu memilii target take profit, karena dengan memiliki target take profit, anda memiliki 'panduan' saham-saham anda sebaiknya dijual di harga berapa. 

Menentukan target anda mau jual saham di harga berapa adalah salah satu bagian dari TRADING PLAN SAHAM. 

2. Pertimbangkan kondisi pasar saham saat itu 

Untuk menentukan kapan anda take profit saat saham naik, anda juga perlu mempertimbangkan kondisi market saat itu. Mengapa? Hal ini karena banyak trader yang ingin dapat untung besar di saham, sehingga trader menetapkan jual saham saat sudah naik 10% lebih. Padahal kondisi market saat itu lagu bearish. Intinya: 

  • Pada saat pasar saham bullish, peluang anda menjual saham di harga tinggi lebih besar
  • Pada saat pasar saham cenderung bearish, peluang anda menjual saham di harga tinggi lebih kecil 

Saya tidak mengatakan kalau pasar bearish, anda sama sekali tidak bisa menjual saham di harga tinggi. Namun berdasarkan yang saya alami sendiri, pasar saham yang cenderung bearish, membuat kita harus memasang target yang sedikit lebih rendah (tergantung seberapa kuat bearishnya market) dibandingkan saat market sedang bagus-bagusnya. 

Jadi kalau pasar saham sedang bullish, saham2 pada terbang ke utara (alias pada naik), anda bisa pertimbangkan untuk take profit di harga yang lebih tinggi (diatas 5%). 

Sebaliknya kalau pasar saham sedang bearish, banyak sentimen2 negatif, IHSG naik 1-2 hari, namun bisa turun 3-4 hari dengan penurunan tajam, maka ada baiknya anda memasang target take profit yang lebih rendah. Hal ini bisa anda terapkan terutama kalau anda trading di saham2 likuid yang pergerakannya cenderung mengikuti arah IHSG. 

Saat pasar saham cenderung bearish, anda bisa menentukan target profit 1-3% atau beberapa poin diatas harga beli anda (setelah dikurangi fee beli dan jual). 

Jadi di dalam kondisi market yang cenderung bearish, anda bisa mempertimbangkan untuk menerapkan trading dengan jangka waktu lebih pendek atau trading harian, dengan target yang tidak terlalu tinggi. Pelajari juga: Teknik Beli Saham Pagi Jual Sore - Trading Harian. 

Karena jika anda menetapkan target terlalu tinggi di saat IHSG bearish, mayoritas saham hanya akan naik sedikit, lalu cenderung turun lebih banyak lagi. 

Sehingga, dengan menganalisa kondisi market, anda bisa menjadi trader saham yang lebih FLEKSIBEL dalam menetapkan target profit. Yup, bahwa dalam trading saham, kita harus menganalisa faktor2 tersebut, tidak hanya menggunakan ukuran baku dalam menentukan profit. 

3. Tentukan resisten saham terdekat 

Kalau anda bingung bagaimana cara menentukan target profit, anda juga bisa menentukannya dengan mencari titik-titik resisten saham yang paling dekat dengan harga saat ini (analisis chart / teknikal). 

Anda bisa tentukan resisten kuat terdekat atau resisten terdekat yang krusial / yang menonjol. Pelajari juga: Menemukan Saham Naik dengan Variasi Support Resisten dan Cara Khusus Menentukan Support Resisten Saham. 

Titik resisten inilah yang bisa anda jadikan acuan untuk menjual saham anda ketika naik mencapai target tersebut. 

4. Time frame trading anda 

Poin terakhir, anda harus mengetahui time frame trading prioritas anda sendiri. Kalau anda memang punya tujuan untuk menyimpan saham selama lebih dari 2 minggu (swing trading), anda bisa menetapkan target profit yang lebih tinggi (diatas 5%). 

Namun kalau tujuan anda dari awal adalah untuk trading cepat / harian (intraday), ada baiknya anda menetapkan target profit yang tidak terlalu tinggi. Hal ini sudah pernah saya bahas disini: Frekuensi Trading Saham Ideal.

Untuk menentukan time frame trading, anda juga harus pertimbangkan kondisi market seperti yang saya jelaskan di poin kedua. 

Seperti biasanya, apa yang saya paparkan di pos ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya juga dalam menjalankan trading. Jadi, tentu saja kita tidak bisa memukul rata target take profit misalnya: Jual saham kalau sudah naik 5%, jual kalau sudah naik 10%. Analisa2 diatas harus menjadi faktor pertimbangan anda. 

Saturday, 22 February 2020

Belajar Trading Saham

Setelah rekening saham anda sudah aktif dan anda sudah deposit modal, kini anda sudah bisa memulai trading saham. Saat pertama kali trading dengan modal beneran, biasanya trader akan dihadapkan pada situasi bingung: Mau beli saham apa? Apa yang harus dilakukan? Kira-kira kalau beli saham ini untung atau nggak? 

Hal ini juga saya alami ketika saya pertama kali memulai trading saham. Namun seringkali kebingungan trader saham ini bisa menjadi kesalahan fatal yaitu memilih saham2 yang salah yang berujung pada kerugian besar seorang trader pemula. 

Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan membeli saham, anda harus pelajari ilmu-ilmu trading saham. Untuk anda yang baru memulai trading saham atau anda yang sudah pengalaman trading namun masih "buta arah" di pasar saham, maka anda harus menerapkan belajar trading saham yang benar. Berikut cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan: 

1. Belajar mekanisme perdagangan saham

Anda harus pahami dahulu mekanisme perdagangan saham terutama bid-offer saham supaya anda tidak salah menempatkan order harga beli dan jual. Pelajari juga jam perdagangan bursa, dan tampilan2 software online trading anda secara umum (yang anda pakai). 

2. Belajar dasar-dasar tentang saham 

Pelajari dasar-dasar saham seperti risiko di dalam trading, kode-kode saham, apa itu IHSG, apa saja yang mempengaruhi naik turunnya saham. Kalau anda punya basic, anda akan lebih mudah masuk ke praktiknya. 

3. Belajar analisa saham (analisis teknikal & analisis fundamental) 

Pelajari analisis saham yaitu analisis teknikal dan fundamental. Analisis saham ini sebagai dasar utama agar anda bisa memutuskan untuk membeli saham-saham yang bagus berdasarkan analisa yang benar, bukan berdasarkan gambling atau tebak-tebakan. 

Untuk materi-materi belajar trading saham yang lebih intens dan langsung masuk pada praktik, strategi dan cara-cara memilih saham untuk trading, full analisa teknikal, bisa anda dapatkan materinya berikut: 

1. Ebook Trading & Belajar Saham Pemula - Expert (427 halaman) 

Sedangkan untuk anda yang ingin masuk ke praktik trading saham lanjutan dengan cara mempelajari strategi2 trading saham yang lebih spesifik: Screening saham, cara swing trading, cara intraday trading (trading cepat harian), cara scalping trading, anda bisa pelajari strategi2nya disini: 

1. Ebook Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus 

2. Ebook Intraday & One Day Trading Saham

4. Pelajari analisa market dan IHSG 

Pelajari pergerakan IHSG, terutama berita-berita yang ada di pasar saham yang bisa mempengaruhi market, IHSG dan mayoritas saham. Banyak-banyaklah membaca berita-berita tentang pasar saham, dan ulasan-ulasan pasar saham. Ada banyak berita online seperti Investasi.kontan.co.id, CNBC, bisnis.com dan lain2 yang bisa anda pelajari. 

5. Memulai trading saham dengan modal kecil

Di dalam belajar trading saham, hendaknya anda selalu memulai dengan modal kecil. Mulailah dengan modal Rp1-3 juta, karena anda masih dalam tahap belajar sehingga anda perlu mengelola psikologis trading dengan. Salah satu caranya adalah menggunakan modal kecil, dan anda bisa menambah modal secara bertahap setelah anda mulai bisa mencetak profit dengan modal kecil. 

6. Pelajari analisa-analisa screening saham 

Selain analisa teknikal, pelajari cara melakukan screening saham. Di pasar saham, ada banyak sekali jumlah saham yang bisa anda tradingkan. Kalau anda pemula, kemungkinan besar anda akan bingung memilih saham apa yang sebaiknya dibeli. 

Itulah pentingnya anda melakukan screening saham, supaya anda tahu saham2 menguntungkan apa yang bisa anda prioritaskan untuk trading. Pelajari juga: Panduan Memilih (Screening) Saham Bagus. 

7. Belajar melalui demo / virtual trading 

Jika anda belum yakin membeli saham dengan modal beneran. Atau anda masih bingung dengan mekanisme perdagangan saham, anda bisa mulai belajar di virtual trading dulu. Pelajari juga: Cara Trading dengan Demo (Virtual) Trading Saham. Kalau anda sudah bisa virtual trading, barulah anda bisa mulai beli saham pakai duit beneran. 

8. Belajar dari banyak sumber

Pelajari trading saham dari banyak sumber, untuk menambah pengetahuan anda. Di web Saham Gain ini juga bisa anda manfaatkan untuk belajar saham dan memahami lebih dalam ilmu trading. 

Itulah cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan. Nah, di dalam trading saham, keputusan-keputusan atau alasan mengapa trader membeli saham biasanya dikarenakan: 

1. Analisa teknikalnya bagus untuk dibeli / menganalisa 
2. Saham tersebut lagi ramai di running trade
3. Ikut-ikutan trader lain atau ikut beli saham karena rekomendasi di grup 
4. Saham tersebut sedang naik di hari itu 
5. Saham tersebut sedang banyak dibicarakan
6. Saham tersebut terkenal produknya 
7. Beli saham setelah baca berita 
8. Rekomendasi broker / analis di media online 
9. Saham sedang turun, trader berharap akan rebound jangka pendek 
10. Beli saham karena banyak asing yang beli (akumulasi) 

Apakah anda juga pernah mengalami membeli saham karena alasan2 diatas? Di dalam trading saham, anda harus menggunakan analisa dan pertimbangan yang matang. Jika anda membeli saham karena alasan nomor 2-10 (selain yang saya bold), maka anda harus mengevaluasi kembali trading anda. 

Belilah saham karena anda sudah menganalisanya secara otodidak. Menjadikan rekomendasi saham atau saham2 yang sedang ramai untuk acuan trading itu sah-sah saja. Namun untuk mengambil keputusan trading terbaik, anda perlu menganalisa saham tersebut. 

Supaya anda bisa menganalisa, terapkan cara-cara belajar trading saham yang sudah kita bahas tadi. Pasar saham merupakan tempat yang sangat potensial untuk mendapatkan profit, salah anda memulai belajar trading dengan cara-cara yang benar & bertahap.

Belajar Trading Saham

Setelah rekening saham anda sudah aktif dan anda sudah deposit modal, kini anda sudah bisa memulai trading saham. Saat pertama kali trading dengan modal beneran, biasanya trader akan dihadapkan pada situasi bingung: Mau beli saham apa? Apa yang harus dilakukan? Kira-kira kalau beli saham ini untung atau nggak? 

Hal ini juga saya alami ketika saya pertama kali memulai trading saham. Namun seringkali kebingungan trader saham ini bisa menjadi kesalahan fatal yaitu memilih saham2 yang salah yang berujung pada kerugian besar seorang trader pemula. 

Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan membeli saham, anda harus pelajari ilmu-ilmu trading saham. Untuk anda yang baru memulai trading saham atau anda yang sudah pengalaman trading namun masih "buta arah" di pasar saham, maka anda harus menerapkan belajar trading saham yang benar. Berikut cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan: 

1. Belajar mekanisme perdagangan saham

Anda harus pahami dahulu mekanisme perdagangan saham terutama bid-offer saham supaya anda tidak salah menempatkan order harga beli dan jual. Pelajari juga jam perdagangan bursa, dan tampilan2 software online trading anda secara umum (yang anda pakai). 

2. Belajar dasar-dasar tentang saham 

Pelajari dasar-dasar saham seperti risiko di dalam trading, kode-kode saham, apa itu IHSG, apa saja yang mempengaruhi naik turunnya saham. Kalau anda punya basic, anda akan lebih mudah masuk ke praktiknya. 

3. Belajar analisa saham (analisis teknikal & analisis fundamental) 

Pelajari analisis saham yaitu analisis teknikal dan fundamental. Analisis saham ini sebagai dasar utama agar anda bisa memutuskan untuk membeli saham-saham yang bagus berdasarkan analisa yang benar, bukan berdasarkan gambling atau tebak-tebakan. 

Untuk materi-materi belajar trading saham yang lebih intens dan langsung masuk pada praktik, strategi dan cara-cara memilih saham untuk trading, full analisa teknikal, bisa anda dapatkan materinya berikut: 

1. Ebook Trading & Belajar Saham Pemula - Expert (427 halaman) 

Sedangkan untuk anda yang ingin masuk ke praktik trading saham lanjutan dengan cara mempelajari strategi2 trading saham yang lebih spesifik: Screening saham, cara swing trading, cara intraday trading (trading cepat harian), cara scalping trading, anda bisa pelajari strategi2nya disini: 

1. Ebook Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus 

2. Ebook Intraday & One Day Trading Saham

4. Pelajari analisa market dan IHSG 

Pelajari pergerakan IHSG, terutama berita-berita yang ada di pasar saham yang bisa mempengaruhi market, IHSG dan mayoritas saham. Banyak-banyaklah membaca berita-berita tentang pasar saham, dan ulasan-ulasan pasar saham. Ada banyak berita online seperti Investasi.kontan.co.id, CNBC, bisnis.com dan lain2 yang bisa anda pelajari. 

5. Memulai trading saham dengan modal kecil

Di dalam belajar trading saham, hendaknya anda selalu memulai dengan modal kecil. Mulailah dengan modal Rp1-3 juta, karena anda masih dalam tahap belajar sehingga anda perlu mengelola psikologis trading dengan. Salah satu caranya adalah menggunakan modal kecil, dan anda bisa menambah modal secara bertahap setelah anda mulai bisa mencetak profit dengan modal kecil. 

6. Pelajari analisa-analisa screening saham 

Selain analisa teknikal, pelajari cara melakukan screening saham. Di pasar saham, ada banyak sekali jumlah saham yang bisa anda tradingkan. Kalau anda pemula, kemungkinan besar anda akan bingung memilih saham apa yang sebaiknya dibeli. 

Itulah pentingnya anda melakukan screening saham, supaya anda tahu saham2 menguntungkan apa yang bisa anda prioritaskan untuk trading. Pelajari juga: Panduan Memilih (Screening) Saham Bagus. 

7. Belajar melalui demo / virtual trading 

Jika anda belum yakin membeli saham dengan modal beneran. Atau anda masih bingung dengan mekanisme perdagangan saham, anda bisa mulai belajar di virtual trading dulu. Pelajari juga: Cara Trading dengan Demo (Virtual) Trading Saham. Kalau anda sudah bisa virtual trading, barulah anda bisa mulai beli saham pakai duit beneran. 

8. Belajar dari banyak sumber

Pelajari trading saham dari banyak sumber, untuk menambah pengetahuan anda. Di web Saham Gain ini juga bisa anda manfaatkan untuk belajar saham dan memahami lebih dalam ilmu trading. 

Itulah cara-cara belajar trading saham yang bisa anda terapkan. Nah, di dalam trading saham, keputusan-keputusan atau alasan mengapa trader membeli saham biasanya dikarenakan: 

1. Analisa teknikalnya bagus untuk dibeli / menganalisa 
2. Saham tersebut lagi ramai di running trade
3. Ikut-ikutan trader lain atau ikut beli saham karena rekomendasi di grup 
4. Saham tersebut sedang naik di hari itu 
5. Saham tersebut sedang banyak dibicarakan
6. Saham tersebut terkenal produknya 
7. Beli saham setelah baca berita 
8. Rekomendasi broker / analis di media online 
9. Saham sedang turun, trader berharap akan rebound jangka pendek 
10. Beli saham karena banyak asing yang beli (akumulasi) 

Apakah anda juga pernah mengalami membeli saham karena alasan2 diatas? Di dalam trading saham, anda harus menggunakan analisa dan pertimbangan yang matang. Jika anda membeli saham karena alasan nomor 2-10 (selain yang saya bold), maka anda harus mengevaluasi kembali trading anda. 

Belilah saham karena anda sudah menganalisanya secara otodidak. Menjadikan rekomendasi saham atau saham2 yang sedang ramai untuk acuan trading itu sah-sah saja. Namun untuk mengambil keputusan trading terbaik, anda perlu menganalisa saham tersebut. 

Supaya anda bisa menganalisa, terapkan cara-cara belajar trading saham yang sudah kita bahas tadi. Pasar saham merupakan tempat yang sangat potensial untuk mendapatkan profit, salah anda memulai belajar trading dengan cara-cara yang benar & bertahap.

Cara Memilih Investasi yang Tepat - Pengalaman Investasi

Jangan mudah tertipu dengan potensi keuntungan (return) investasi. Kalimat ini penting untuk anda terapkan terutama kalau anda mulai mencoba instrumen investasi, apapun itu baik investasi saham, reksadana, obligasi ataupun investasi2 lainnya. 

Mengapa? Karena return dari investasi atau saving yang ideal dalam setahun adalah di kisaran 5-6%. Contohnya adalah return deposito yang rata-rata returnnya di kisaran 5-6% dengan tingkat risiko yang rendah / kecil. 

Nah, kalau anda menemukan return dari instrumen investasi / saving tertentu yang diatas itu, khususnya return investasi hingga 10% keatas dalam setahun, hal tersebut pasti akan "diimbangi" dengan unsur risiko yang lebih tinggi. 

Contoh konkritnya adalah INVESTASI SAHAM. Dalam investasi saham, anda bisa mendapatkan return besar bahkan diatas 10% per tahun, namun tentu risiko dalam investasi saham lebih tinggi dibandingkan return deposito (yang returnnya "cuma" sekitar 5-6% per tahun). Risiko di saham yang utama adalah risiko fluktuatif harga saham. 

Jadi kalau anda menemukan instrumen investasi yang menawarkan return sampai diatas 10% per tahun bahkan per bulan tanpa / bebas risiko, anda harus waspadai investasi semacam itu. Bahkan ada baiknya anda hindari. 

Ingat bahwa return investasi / saving akan selalu sebanding dengan unsur risiko. Satu hal lagi, sebelum memutuskan investasi, cek juga apakah ada izin resmi investasi (terutama dari Otoritas Jasa Keuangan). 

Saat ini  ada banyaaaak sekali tawaran-tawaran investasi (dengan berbagai macam nama) yang menjanjikan return besar, cepat, bebas risiko. Teman-teman harus lebih mampu menyeleksi investasi-investasi yang berkualitas. 

Setiap bulan, setiap tahun selalu muncul investasi-investasi yang menawarkan return yang tidak logis (return besar bebas risiko), dan selalu banyak investor pemula yang terjebak dengan investasi bodong tersebut. Maka dari itu, untuk memilih investasi yang tepat, ada baiknya anda perhatikan hal2 berikut:

1. Untuk menghasilkan keuntungan dari investasi, setiap instrumen investasi harus anda pelajari. Intinya, milikilah pengetahuan dalam berinvestasi. 

Misalnya, saya pribadi. Dalam berinvestasi saya pribadi, lebih memilih untuk menjadi seorang investor & trader saham. Untuk mendapatkan profit di saham, saya harus memahami analisis teknikal, analisis fundamental, analisis market, bandarmologi. 

Kalau saya tidak memahami analisis2 yang dibutuhkan untuk mendapatkan profit, dan hanya berharap dapat profit instan, tentu saja saya tidak akan bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal di saham. 

Demikian juga dengan instrumen investasi lainnya. Kalau anda ditawari investasi dengan return sampai 10% per bulan, anda harus PELAJARI apa risiko investasi tersebut? Kalau sama sekali nggak ada risikonya, apalagi tidak ada izin resmi OJK, sebaiknya hindari jenis investasi seperti itu. Trust me

2. Utamakan rasionalitas dalam investasi 

Seperti yang saya paparkan tadi, bahwa return dan risiko investasi itu berbanding lurus. Jadi kalau anda diberikan tawaran2 investasi yang keuntungannya menggiurkan, dengan iklan-iklan yang bombastis (bisa kaya dalam setahun, passive income cepat kaya), ada baiknya anda hindari investasi2 seperti itu. Selalu pelajari unsur risiko sebelum investasi. 

Well, dengan semakin berkembangnya teknologi dan instrumen investasi, saya yakin penipuan2 dalam investasi pasti semakin banyak. Tapi kalau kita punya pengetahuan yang benar, mau sebanyak apapun penipuan2 investasi, sebenarnya itu nggak akan berpengaruh untuk kita.

Saat ini sudah nggak zaman lagi kita tertipu dengan investasi abal-abal. Kita harus menjadi masyarakat yang cerdas berinvestasi dan selalu memiliki pengetahuan sebelum memutuskan investasi di instrumen tertentu. 

Apa yang saya paparkan di pos ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan observasi pribadi (karena saya sendiri juga trading dan investasi saham), sehingga saya sering mengamati setiap perkembangan instrumen investasi yang beredar.