Tuesday, 3 June 2014

Pedoman Pengisian Halaman Belakang Ijazah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sehubungan dengan telah diumumkannya kelulusan ujian nasional SMK tahun pelajaran 2013/2014. Bersama ini kami informasikan mengenai pedoman pengisian halaman belakang ijazah dan transkrip nilai yang dapat diunduh DI SINI atau dilihat di bawah ini, atau langsung di sumbernya berikut ini:

http://www.ditpsmk.net/?page=news;MTM2Mw==&guest_538cf883b53e8

Adapun format halaman belakang ijazah dan transkrip nilai telah dikirimkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi pada 28 Mei 2014 via pos dan email. Sehingga diharapkan jika blangko ijazah sudah tersedia, para lulusan SMK telah dapat menerima ijazahnya guna melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi atau melamar pekerjaan.

atas perhatian seluruh pemerhati SMK, kami ucapkan terima kasih.



Kelihatanya ada revisi silahkan lihat juga yang telah direvisi, kami belum sempat mencari bagian mana yang direvisi :) terima kasih.




Sumber https://www.smk-grobogan.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Maskot FLS2N 2014 di Semarang

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Maskot Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2014 "Satria Kepodang" yang kali ini dilaksanakan di Semarang mulai 1 sampai dengan 7 Juni 2014. Berikut ulasan tentang Maskot tersebut:
Manuk Podang Jw (burung Kepodang) Oriolus chinensis adalah burung berkicau (Passeriformes) yang mempunyai bulu yang indah dan juga terkenal sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih termasuk dalam membuat sarang. Burung Kepodang di alam liar terutama di daerah Yogyakarta sudah tidak ditemukan lagi. Nasib burung cantik ini sungguh mengenaskan, penulis belum mendengar ada relawan-relawan yang sudi menangkarkan kemudian melepas liarkan burung Kepodang ini.

Burung Kepodang (Oriolus chinensis), meskipun di beberapa tempat di Indonesia sudah jarang ditemukan tetapi secara umum masih dikategorikan sebagai ‘Least Concern’ atau ‘Beresiko Rendah’ oleh IUCN Redlist. Artinya burung pesolek maskot provinsi Jawa Tengah ini masih dianggap belum terancam kepunahan.

Burung Kepodang menurun populasinya juga karena terdapat mitos bagi wanita Jawa yang sedang hamil apabila pada saat “mitoni” memakan daging burung cantik ini akan menyebabkan bayi yang lahir bakal menjadi anak laki-laki yang ganteng atau cantik apabila
wanita. Meskipun begitu mitos tersebut sekarang sudah jarang dilakukan seiring dengan sulitnya ditemukan burung Kepodang di alam liar.

Sebetulnya burung Kepodang berasal dari daratan China dan penyebarannya mulai dari India, Asia Tenggara, kepulauan Philipina, termasuk Indonesia yang meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,Sulawesi dan Nusa Tenggara. Burung ini hidup di hutan-hutan terutama di daerah tropis dan sedikit di daerah sub tropis dan biasanya hidup berpasangan .

Di pulau Jawa dan Bali burung kepodang sering disebut dengan Kepodang Emas.Burung kepodang berukuran relatif sedang, panjang mulai ujung ekor hingga paruh berkisar 25 cm. Burung ini berwarna hitam dan kuning dengan strip hitam melewati mata dan
tengkuk, buluterbang sebagian besar hitam. Tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan burik hitam, iris merah, bentuk paruh meruncing dan sedikit melengkung ke bawah, ukuran panjang paruh kurang lebih 3 cm, kaki hitam.

Burung ini menghuni hutan terbuka, hutan mangrove, hutan pantai, di tempat-tempat tersebut dapat dikenali dengan kepakan sayapnya yang kuat, perlahan, mencolok & terbangnya menggelombang.

Sumber https://www.smk-grobogan.net/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 2 June 2014

Abu Barakat Al-Baghdadi (Filosuf & Pengkritik Ibnu Sina)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Abu’l-Barakat al-Baghdadi dikenal sebagai seorang dokter dan filsuf. Ia dikenal pula sebagai seorang saintis. Nama lengkapnya, Hibat-Allah ibn Ali ibn Malka Abu’l-Barakat al-Baghdadi. Lahir tahun (470 / 1077) –dua puluh tahun setelah Imam Al-Ghazâli lahir di Tus (450/1058-505/1111)– di Balad kurang lebih 10 km dari Kota Mosul Irak sekarang ini. Barakat hidup di abad ke-11 hingga abad ke-12. Ia dilahirkan di sebuah keluarga Yahudi. Laman Muslimheritage dan Wikipedia mengungkapkan, akhirnya Barakat memutuskan untuk memeluk IslamIa memiliki nama julukan, Awhad al-Zaman atau orang ternama pada zamannya.

Julukan ini diyakini terkait dengan profesi Barakat sebagai seorang dokter. Sebab, ia merupakan dokternya para khalifah Baghdad, tempat ia tinggal. Ia juga dokter langganan para sultan dari Dinasti Seljuk. Selain melakukan praktik kedokteran, ia juga mengajar tentang kedokteran.

Saat menjalani profesinya sebagai seorang dokter, Barakat memiliki saingan berat, yaitu seorang dokter Kristen bernama Ibn al-Tilmidh. Di sisi lain, ia pun memiliki teman karib bernama Ishaq bin Ibrahim bin Erza yang menulis sebuah buku berisi kata-kata sanjungan terhadapnya.

Ibn Abi-Usyabi’a in juga menulis sebuah karya yang berisi sejumlah anekdot dan ungkapan, serta daftar sejumlah karya Barakat dalam bidang kedokteran. Ini dianggap sebagai sebuah karya biografi tentang Barakat yang lengkap.

Barakat memiliki sejumlah murid kedokteran. Ia tak hanya dikenal dengan julukannya Awhad al-Zaman, tapi juga memiliki reputasi luas karena karya fenomenalnya yang berjudul Al Kitab al Mu’tabar.

Karya ini berisi esai-esai Barakat tentang filsafat. Dalam esainya itu, ia menguraikan konsep-konsep dasar tentang filsafat alam dengan analisis yang tajam. Kitab ini disusun saat ia mencapai usianya yang matang.

Kitab al-Mu’tabar berisi refleksi-refleksi filosofis Barakat yang dilakukannya dari waktu ke waktu. Terutama, mengenai logika, fisika, ilmu pengetahuan alam, dan metafisika. Ia mengutip pula Kitab al-Shifa yang ditulis cendekiawan Muslim ternama, Ibnu Sina.

Bahkan, dalam beberapa bagian bukunya, Barakat mengutip sepenuhnya kalimat Ibnu Sina. Namun, ia pun menyanggah pemikiran Ibnu Sina dan menguraikan alasan tak sependapat pemikirannya dengan Ibnu Sina tersebut.

Barakat mengenalkan ide-ide alternatif yang menarik. Dan, ide tersebut mengantarkan gaungnya pada perkembangan fisika modern. Seperti, idenya mengenai gerak dan konsep tentang waktu. Pada 1938, seorang ilmuwan, Shlomo Pines, menaruh perhatian besar pada ide inovatif Barakat itu.

Pemikiran Barakat tentang gerak, di antaranya mengenai gerakan proyektil, yang memiliki kaitan dengan perkembangan teknologi pada beberapa abad kemudian. Ini bermula dari perbincangan mengenai bubuk mesiu yang ditemukan di Cina.

Bubuk mesiu tersebut menjadi sangat populer dalam perang Eropa pada abad ke-15. Bubuk ini digunakan pihak-pihak yang bertikai dalam peperangan untuk mendorong proyektil besar, guna menghantam tembok-tembok pertahanan kota yang mereka serang.

Pada pertengahan abad ke-16, para pakar senjata di Eropa mulai mencari cara lain untuk meningkatkan daya jangkau kekuatan artileri mereka. Ada sisi lain dari perkembangan itu yang menjadi sebuah polemik dalam bidang sains.

Sebab, ternyata gerak proyektil yang didorong bubuk mesiu itu tak sesuai dengan konteks doktrin gerak yang diusung oleh Aristoteles. Dalam konteks ini, berdasarkan hukum gerak Aristoteles mestinya proyektil yang dilontarkan jatuh langsung ke tanah.

Pada kenyataannya, proyektil itu justru tak langsung jatuh ke tanah saat terlontar dari selongsong meriam. Sebaliknya, benda tersebut bergerak mengikuti sebuah lintasan melengkung. Bahkan, para pendukung Aristoteles yang paling setia pun melihat cacat doktrin itu.

Kritik terhadap konsep gerak yang diusung Aristoteles, sebenarnya bermunculan sebelum abad ke-15. Banyak cendekiawan termasuk cendekiawan Muslim melontarkan kritik terhadap doktrin gerak Aristoteles.

Misalnya, Joannes Philoponus yang lebih dikenal sebagai John the Grammarian. Kritik itu lalu dikembangkan lebih jauh oleh cendekiawan Muslim Ibnu Sina, Barakat, dan Ibnu Bajja dari Andalusia pada abad ke-12.

Dalam konteks ini, Barakat menyatakan ada tenaga dorong dari meriam untuk melontarkan proyektil. Hingga proyektil itu terdorong dan mencapai jarak tertentu. Bukan seperti yang dilontarkan oleh Aristoteles bahwa proyektil akan langsung jatuh ke bumi.

Hal itu tak akan terjadi, kata Aristoteles, jika ada penggerak yang berhubungan dengan objek yang sedang bergerak. Saat penggerak tak ada, objek itu akan langsung jatuh ke bumi. Pada kenyataannya, proyektil itu tak langsung jatuh, tapi bergerak meniti garis lengkung.

Konsep yang diajukan oleh Barakat dan Ibnu Sina mengenai gerakan proyektil ini, kemudian menjadi acuan pula bagi pengembangan konsep dorongan dan momentum. Terutama, pada pemikiran yang dikembangkan Galileo Galilei pada abad ke-17.

Pemikiran lain Barakat adalah mengenai akselerasi atau percepatan. Ia mengatakan, percepatan gerak benda jatuh disebabkan adanya gaya gravitasi yang menghasilkan kecenderungan alami benda tersebut untuk jatuh.

Konsep pemikiran Barakat digunakan untuk mengantisipasi hukum dasar mekanika klasik. Ia juga menjelaskan, percepatan yang dialami benda berat yang jatuh merupakan kecenderungan alami. Pemikiran dia ini mendorong lahirnya hukum dasar dinamika modern.

Paling tidak melalui pemikiran-pemikiran itu, Barakat telah menyumbangkan banyak ide baru mengenai fisika yang berkaitan dengan gerak. Selain mengemukakan hukum percepatan, dia juga menyatakan gerak itu relatif.

Dalam Kitab al-Mu’tabar, Barakat memberi perhatian atas kondisi yang saling memengaruhi antara kata-kata dan konsep. Misalnya, ia mengembangkan teori inovatifnya tentang waktu. Ini terlontar setelah ia menemukan sebuah kesimpulan.

Menurut Barakat, kata waktu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari merupakan sebuah konsep fundamental. Ia mengatakan, waktu merupakan sebuah entitas. Ia menegaskan pula bahwa waktu adalah ukuran sesuatu yang terjadi bukan ukuran gerak seperti kata Aristoteles.

Barakat memiliki pula kontribusi pemikiran dalam bidang psikologi. Ia membahas tentang kesadaran diri. Hal ini pernah pula diangkat oleh Ibnu Sina, terutama yang berkaitan dengan kegiatan ini. Namun, Barakat melakukan kajian lebih dalam.

Setumpuk Karya Barakat

Harus diakui, karya fenomenal Abu’l-Barakat al-Baghdadi adalah Kitab al-Mu’tabar. Karya ini berisikan beragam pemikiran Barakat dalam sejumlah bidang, terutama filsafat dan sains. Namun, ada sejumlah karya lain yang ditulis Barakat.

Di antaranya adalah karya dalam bidang kedokteran. Barakat memang dikenal pula sebagai seorang dokter. Karyanya dalam bidang kedokteran adalah risalah mengenai farmakologi yang berjudul Sifat Barsha’tha, dan berisi resep obat-obatan dari India.

Terdapat tiga salinan karya tersebut yang tersimpan di perpustakaan Turki. Selain itu, ada risalah lain tentang farmakologi yang ditulis oleh Barakat, yaitu risalah yang ia beri judul Tiryaq Amir al-Arwah.

Salinan karya tersebut tersimpan di Perpustakaan Kitapsaraydi Manisa, Turki. Ada pula risalah lain mengenai pemikiran intelektual yang berjudul Maqala fi’l-’Aql. Karya tersebut disimpan di perpustakaan di Iran dan Leipzig, Jerman.

Ada pula risalah Barakat yang diberi judul Risala fi Sabab Zuhur al-Kawa-kib Laylan wa Khafa’iha Naharan. Dalam risalahnya ini, ia menjelaskan mengapa bintang bisa terlihat di langit pada malam hari. Karya ini ditulis untuk menjawab pertanyaan Sultan Muhammad Tapar.

Manuskrip tentang karyanya itu disimpan di perpustakaan di Berlin, Jerman, dan Hiderabad, Pakistan. Juga, ada risalah mengenai kajian astronomi soal piring universal. Risalah ini berjudul Risala fi al-Amal bi al-Safiha al-Afaqiyyah.

Naskah risalah itu tersimpan di perpustakaan di Nidge, Turki. Diceritakan ia mengalami kebutaan di usia tuanya, dan ia meninggal pada tahun 560/1164-5 di Baghdad.

http://mpiuika.wordpress.com/2010/02/11/abul-barakat-al-baghdadi-ilmuwan-besar-dari-baghdad/ http://catatanwongndeso.wordpress.com/2014/03/10/para-ilmuwan-muslim-dan-karyanya/ http://hadyussari.wordpress.com/2011/01/22/studi-klasik-atau-turats-dan-relevansinya-dengan-isu-isu-kontemporer-kasus-abu-al-barakat-al-baghdadi/

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Ibnu Masawayh (Pengembang Metode Diet)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkapnya Abu Zakariyya Yuhanna Ibnu Masawaiyh, populer dengan julukan Ibnu Masawaiyh, namun orang Barat memanggilnya Mesue. Beliau adalah seorang dokter yang termasyhur pada abad kesembilan Masehi yang telah berperan besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan pada masanya dengan upaya penerjemahan karya-karya Yunani. Di kalangan bangsawan, sosok Ibnu Musawayh sangat dikagumi karena kemampuan intelektualnya di bidang ilmu pengetahuan kedokteran. Ia pernah bekerja sebagai dokter istana. Ia adalah pelopor dalam meletakkan dasar-dasar farmasi Islam dan berhasil membuat sejumlah simplisia aromatik.

Karirnya sebagai seorang dokter ternama dimulai sejak masa pemerintahan al-Rasyd hingga al-Mutawakkil. Selama bekerja di lingkungan istana, Ibnu Masawayh bersahabat dengan Ibrahim bin al-Mahdi. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu mempunyai minat yang sangat besar terhadap sains Yunani, seperti halnya syair-syair Arab. Mereka berdua memelajari sejumlah terjemahan karya para ilmuwan Yunani secara rutin. Selain itu, Masawayh juga diperkenalkan dengan putra-putra ar-Rasyd, salah satunya adalah Abu al-Abbas Muhammad. Di kalangan istana, Ibnu Musawayh mendapat tempat yang terhormat

Kemasyuran Ibnu Musawayh yang melejit dengan cepat membuatnya dimusuhi sejumlah orang, apalagi posisinya sebagai dokter istana adalah impian setiap ahli. Saat itu, pesaing berat Ibnu Masawayh adalah keluarga dokter Bukhtyashu yang selama 4 generasi telah menjadi dokter keluarga khalifah. Keluarga Buhktyashu memiliki keyakinan yang berbeda. Mereka penganut kepercayaan Nestorian, yang berhubungan dengan ajaran Yunani & mempunyai naskah dari Galen. Mereka juga meyakini bahwa berbagai macam disiplin ilmu, seperti astrologi , kedokteran, & kimia, harus disatukan dalam satu kesatuan tunggal.

Ibnu Masawaiyh telah berhasil mengumpukan sekitar 30 simplisia, lengkap dengan metode pengamatan dan diagnosis fisik terhadap efek farmakologisnya. Ghaliyyah atau pencampuran aromatik juga telah dipraktekkan dalam terapi aromatik dan proses pembuatan parfum. Kamper yang dibawa oleh para pedagang India dari China dijadikan sebagai bahan baku obat. Berbagai rempah-rempah dijadikan bahan penelitian serta dikembangkan menjadi bahan parfum dan bahan dasar ramuan obat herbal.
 Beliau adalah seorang dokter yang termasyhur pada abad kesembilan Masehi yang telah berpe Biografi Ibnu Masawayh (Pengembang Metode Diet)
Ibnu Masawayh tak berhenti dengan hanya mengadakan penelitian terhadap berbagai tanaman untuk dijadikan bahan obat.. Sebagai seorang fisikawan, ia sangat memahami sifat-sifat alamiah dari berbagai tanaman yang dapat digunakan untuk penyembuhan melalui metodologi empiris dan analogi. Penemuannya yang sangat terkenal adalah metode "diet" sebagai metode penyembuhan tanpa obat, sebagaimana termuat dalam bukunya yang berjudul Al-Mushajjar al-Kabir. Pengembangannya pada metode diet telah memberikan alternatif pengobatan dengan cara lain. Pasien-pasiennya sering menganggap dia sebagai dokter spesialis diet. Ia mempelajari secara serius berbagai makanan dan minuman yang dapat mendukung program diet.

Kontribusinya juga terbilang penting dalam bidang pengembangan farmasi dan farmakologi. Salah satu karya Ibnu Masawayh yang terkenal adalah kitab Al-Mushajjar Al-Kabir. Kitab ini merupakan semacam ensiklopedia yang berisi daftar penyakit berikut cara pengobatannya melalui obat-obatan serta diet. Ada dua buah karya penting Ibnu Masawayh berbahasa Arab yang terkenal yaitu an-Nawadir al-Thibbiyya (sebuah kumpulan catatan media), serta Kitab al-Azmina (sebuah deskripsi tentang berbagai ragam musim sepanjang tahun).

An- Nawadir al-Thibiyya adalah sebuah buku kumupulan teori & masalah kedokteran. Selain kedua karya di atas, Ibnu Masawayh juga pernah menghasilkan sebuah karya berbahasa Latin, yakni Mesue. Sebuah karya yang memperoleh penghargaan di Eropa.

Sampai pada abad kelima belas, seorang ahli kedokteran Barat bernama Petrus Gulosinus berpendapat bahwa kitab Mesue mengandung banyak butir-butir mutiara pengetahuan serta memberi kepuasan sebagai sebuah bahan pelajaran. Sebaliknya, terdapat pula beberapa sarjana seperti Lecrere, yang kadang meragukan Ibnu Masawayh dalam kitab Mesue-nya. Namun demikian, para pembacanya di Barat tetap tertarik pada Ibnu Masawayh sebagai seorang dokter praktik yang ulung.

Lebih jauh sebelumnya, ilmuwan Islam lainnya yaitu ar-Razi bahkan memuji jasa-jasa Ibnu Masawayh dalam karyanya Contines. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya rujukan yang dikutip dari bukunya, khususnya tentang praktik-praktik medis di samping dua buah kitab lain yang juga ia gunakan. Kedua kitab tersebut adalah Book of Fevers (Kitab tentang Demam) yang merupakan sebuah duplikat dari karya Hippocrates (Kitab al-Humayyat) dan Kitab al-Adwiya al-Munakkiya. Kedua buku tersebut adalah kitab-kitab karangan Ibnu Masawayh yang juga laris di Abad Pertengahan.

http://ogetto.mywapblog.com/ibnu-masawayh-mengembangkan-metode-diet.xhtml
http://farmatika.blogspot.com/p/tokoh-farmasi.html

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Ibnu Sa'ati (Dokter & Ahli Kunci)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Nama lengkap Ibnu Sa’ati adalah Fakhruddin Ridwan bin Muhammad bin Ali bin Rustam al-Khurasani. Ia dilahirkan di Damaskus, tapi keluarganya berasal dari Khurasan. Keluarga besarnya termasuk kalangan intelektual. Ayahnya adalah seorang ahli pembuat kunci. Salah satu hasil karya ayah Ibnu Sa’ati yang terkenal adalah kunci dan gembok besar yang dipasang di pintu masuk Masjid Besar Damaskus. Barang tersebut dipesan langsung oleh Zangid al-Malik al-Adil Nur ad-Din Mahmud. Hasil karya ayahnya yang lain adalah sebuah jam yang ditempatkan di Bab al-Jairun atau Babus Sya’ah, Damaskus. Selain mahir membuat kunci dan jam, ayah Ibnu Sa’ati juga pakar astronomi.

Berbeda dari sang ayah, Ibnu Sa’ati justru memiliki keahlian di bidang kedokteran. Ia dikenal sebagai seorang dokter yang ahli mendiagnosa penyakit pasiennya. Selain itu, namanya juga terkenal di kalangan pejabat pemerintahan.

Ibnu Sa’ati juga ahli kepustakaan, ilmu logika, dan filsafat. Ia mengumpulkan banyak buku, terutama buku karya para filosof Arab. Buku-buku tersebut tersimpan rapi di perpustakaan pribadinya. Selain itu, ia gemar pula menuliskan pemikirannya tentang logika dan filsafat dalam bentuk risalah. Meskipun demikian, ia juga mewarisi keahlian membuat kunci dari sang ayah. Ia bahkan mampu mereparasi jam karya ayahnya yang dipasang di Bab al-Jairun. Sehubungan dengan keahliannya di bidang mekanik, ia pernah menulis sebuah buku yang menjelaskan tentang kegunaan dan konstruksi jam (1203). Buku ini dinilai sebagai karya monumental di bidang mekanik.

Dalam pemerintahan, Ibnu Sa’ati mempunyai karir yang cemerlang. Berkat kepandaiannya, ia memperoleh kedudukan penting sebagai seorang menteri pada masa pemerintahan al-Malik al-Faiz bin al-Malik al-Adil Muhammad bin Ayyub, yang merupakan keponakan dari Shalahuddin al-Ayyubi. Ia juga menjadi menteri dan dokter pribadi al-Malik al-Muazzam bin al-Malik al-Adil, salah satu saudara al-Faiz.


Selain menulis tentang mekanika jam, Ibnu Sa’ati juga pernah menghasilkan sejumlah karya kedokteran. Namun sayang, karya-karyanya di bidang ini sulit ditemukan, demikian pula karyanya di bidang lain. Sebuah karya Ibnu Sa’ati tentang pembuatan kunci yang berjudul Risalah fi Amal as-Sa’ati wa Isti’malih telah diterjemahkan oleh E. Wiedemann dan Frietz Hauser pada tahun 1915.

Seorang saudara lelaki Ibnu Sa’ati yang bernama Baha’ al-Adin Abu al-Hasan Ali dikenal pula dengan nama yang sama, yaitu Ibnu Sa’ati. Namun, saudaranya ini lebih dikenal sebagai penyair yang cukup ternama di Kairo.

Ibnu Sa’ati wafat pada tahun 1230 (627 H) di Damaskus.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

[Excel] Membuat Tombol Hyperlink Antar Sheet

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Bapak/Ibu... begitu banyak permintaan terhadap saya untuk sekiranya membuat sebuah tutorial dari berbagai macam aplikasi komputer terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Dan kali ini saya mengawalinya dengan tutorial program excel yang selama ini saya banyak berbagi aplikasi menggunakan program ini. Yang sudah barang tentu banyak yang penasaran bagaimana caranya

Mengawali tutorial ini saya mencoba mengangkat materi Membuat Tombol Hyperlink Antar Sheet dikarenakan setiap aplikasi yang saya buat selalu menggunakan ini.
Berikut caranya


- Pertama kalinya bukalah program microsoft excel (2003 s/d 2013 bisa terserah)
- Rename sheet dibawah seperti gambar dibawah

- Buatlah sebuah tombol di sheet MENU dengan menggunakan shape dengan cara klik insert lalu pilih shapes    dan pilih shapes yang dinginkan

- Kemudian buatlah sebuah tombol dengan mengedrag mouse sesuai dengan keinginan Anda
   Beri nama tombol dengan cara klik kanan tombol tersebut dan pilih edit teks, beri nama dengan ADMIN

Klik kanan lagi dan pilih hyperlink


Lalu pilih Place in this document dan pilih ADMIN lalu OKE



Test tombol tadi jalan apa tidak
Sekian dulu tutorial cara  Membuat Tombol Hyperlink Antar Sheet
Semoga bermanfaat
Sumber https://www.kangmartho.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Biografi Daud Al-Anthaki (Peletak Studi Terapi & Ahli Psikologi)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Dia adalah Dawud bin Umar Al-Anthaki dan biasa dipanggil dengan nama Al-Anthaqi karena dilahirkan di kota Antakia, sebuah kota yang terletak di sebelah utara Syiria. Namanya juga banyak disebut dengan beberapa gelar kehormatan sebagai bukti atas derajat dan kedudukannya di kalangan para dokter Mesir dan dokter muslim pada masanya. Salah satu gelarnya adalah Thabib Hazhiq al-Wahid  karena Ia dikenal sebagai seorang tabib yang ahli fisioterapi, meramu obat, & ilmu jiwa.

Syaikh Al-Anthaki dilahirkan dalam keadaan tuna netra. Namun ketunanetraannya tidak menghalanginya untuk menjadi seorang ilmuwan besar. Dia dilahirkan di kota Anthakia Syiria (sekarang sudah termasuk bagian dari negara Turki). Tanggal kelahirannya tidak diketahui secara persis. Dia lalu berhijrah meninggalkan Syiria menuju kota Cairo dan menetap di sana dalam waktu yang cukup lama (pada saat itu Mesir di bawah pemerintahan Utsmani). Pada awalnya dia diangkat menjadi kepala ahli herbal di rumah sakit Al-Manshuri, kemudian menjadi kepala umum di rumah sakit yang sama. Pada akhir usianya dia pindah ke kota Makkah hingga wafat di sana pada tahun 1008 H (1599 M).

Pendidikannya
Al-Anthaki menghafal Al-Qur`an dan belajar agama di tempat kelahirannya. Di tempat ini, dia juga belajar ilmu mantiq, matematika, kedokteran dan bahasa Yunani. Sebagain ahli sejarah mengatakan bahawa Al-Anthaki berangkat ke Turki untuk memperdalam ilmu kedokteran dan farmasi.

Ketika dia tinggal di kota Cairo, dia mempergunakan waktu luangnya di rumah sakit Al-Manshuri untuk mempelajarai buku-buku tentang herbal yang telah ditulis ilmuwan-ilmuwan besar Islam, seperti Al-Kindi, Ali bin Rabn At-Thabari, Ibnul Jazzar, Abu Bakar Ar-Razi, Ibnu Sina, Abu Ar-Raihan Al-Biruni, Al-Ghafiqi, Ibnu Majah, Musa bin Maimun dan Ibnul Baithar. Dia juga mempelajari referensi-referensi Yunani dan Persia untuk mendalami ilmu kedokteran.

Al-Anthaki adalah seorang yang cerdas dan punya ingatan kuat, penulis handal, dan penyayang terhadap saudaranya yang seagama dan seiman. Dari ungkapannya, kita dapat mengetahui sebab yang melatarbelakangi bukunya yang beri judul, "Tadzkirah Ulul Albab." Dia mengatakan, "Ketika saya datang ke Mesir dan saya melihat seorang fakih yang dijadikan sebagai rujukan dalam urusan agama yang menyebabkan orang Yahudi juga ikut memakai wangi-wangian, saya bertekad untuk menjadikannya seperti ilmu-ilmu lain agar kaum muslimin bisa mempelajari dan mengambil manfaatnya."

Syaikh kita ini berakhlak mulia, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, dan selalu menjadi figur dalam ilmu kedokteran. Kenyataan ini dapat kita lihat dalam perkataannya berikut ini:

"Cara pembuatan obat-obatan seperti ini mestinya dihargai dan dihormati. Tidak diserahkan begitu saja kepada orang yang hina sehingga menjadi tidak berharga, juga tidak diserahkan kepada orang miskin sehingga membebani sesuatu yang diluar kemampuannya. Engkau hendaknya berakhlak mulia, sehingga orang-orang dapat menerimamu dengan lapang dada. Jangan engkau besar-besarkan sakit seseorang dan jangan bersenang-senang di sisi orang yang sakit. Janganlah engkau memberitahukan kepada orang lain apa yang tidak disukainya, dan jangan meminta upah. Berikan kepada manusia apa yang bermanfaat darimu, dan berilah pelayanan kepada orang yang berharap kepadamu. Karena apabila kamu telah menyia-nyiakannya, berarti kamu adalah orang yang sia-sia."

Karyanya
Dawud Al-Anthaki menulis buku tentang dasar-dasar kedokteran dan obat-obatan, sebagaimana dia juga menulis buku dalam bidang astronomi, filsafat dan sastra. Selain itu, dia juga memiliki karya berupa sajak dan syair. Adapun karya-karyanya yang paling terkenal adalah sebagai berikut:

  • "Tadzkirah Ulul Albab wa AlJami'LiAl-Ajab Al-Ujab." Buku ini terkenal dengan nama "Tadzkirah Dawud."
  • "Nuzhah Al-Adzhan Fi Ishlah Al-Abdan"
  • "Ki fayah Al-Muhtaj Fi Ilmi Al-Ilaj"
  • "Alfiyah Fi Ath-Thib"
  • "Syarh Ainiyah Ibnu Sina"
  • "An-Nuzhah Al-.Mubhijah Fi Tasyhidz Al-Adzhan Wa Ta'dil Al-Amzijah"
  • "Al-Qawaid Al Mubhirah Fi Al-Baithirah Wa Al-Buzdirah"
  • "Risalah Fi Ilm Al-Hai'ah"

Buku "Tadzkirah Ulul Albab wa Al-Jami' Li Al-Ajab Al-Ujab," yang dikenal dengan nama "Tadzkirah Dawud" adalah karya tulis Dawud Al-Anthaki paling besar dan penting. Sebuah buku besar yang terdiri dari tujuh ratus halaman dengan ukuran kertas besar. Buku ini sangat populer dan menyebar luas pada abad kesebelas Hijriyah dan merupakan acuan dalam dunia kedokteran di kalangan umum. Karena buku ini telah memberikan kemudahan bagi banyak orang dalam mengobati berbagai jenis penyakit biasa tanpa harus memiliki pengalaman dalam mengobati.

Dalam kata pengantarnya, Al-Anthaki berkomentar tentang bukunya dengan mengatakan, "Saya merasa senang bisa menulis satu buku yang masih sangat jarang ditemui dan disusun secara menakjubkan. Bahkan belum pernah ada buku yang seperti ini. Buku ini dapat dipahami oleh orang pintar dan bodoh serta bisa digunakan oleh orang yang cerdas dan idiot. Buku ini tidak berisikan hal-hal yang susah dan rumit untuk dipahami. Buku ini saya tulis semata-mata karena Allah dengan mengharapkan pahala dari-Nya."

Dawud Al-Anthaki berkata dalam kitabnya At-Tadzkirah,''Jintan hitam itu berkhasiat menghentikan lendir dan dahak yg parah, radang kolon (usus) yg menyebabkan susah dalam pembuangan kotoran dan masuk angin, serta rasa sakit pada dada dan batuk-batuk. Ia pun berkhasiat dalam meningkatkan kejantanan serta menghilangkan mual-mual dan mulas, mencegah makanan menjadi rusak dan juga busung air. Mengonsumsi jintan hitam pada pagi hari dapat mencerahkan warna kulit dan meremajakannya. Dan apabila rutin mengonsumsi jintan hitam akan berkhasiat menghancurkan batu dalam kemih maupun ginjal, serta membersihkan kantong empedu.''
Dawud Al-Anthaki membagi bukunya kepada satu muqadiddamah, empat bab dan penutup. Berikut adalah penjelasannya:

Muqaddimah: Al-Anthaki menyebutkan disiplin-disiplin ilmu yang dia bahas dalam bukunya serta menjelaskan hubungannya dengan kedokteran, eksistensi kedokteran, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin menjadi dokter.
Bab pertama: Pengobatan dengan obat-obatan dan herbal.
Bab kedua: Aturan umum yang mengendalikan pembuatan obat dan proses pembuatan berbagai macam obat.
Bab ketiga: Pada bab ini, Al-Anthaki menyebutkan obat-obat yang diracik secara tersendiri dan yang dipadu dengan obat-obat lain berdasarkan huruf abjad.
Bab keempat: Al-Anthaki menyebutkan beberapa penyakit beserta obatnya dan hal-hal lain yang ada hubungannya dengan permasalan tersebut.
Penutup: Al-Anthaki menutup bukunya dengan menyebutkan hal-hal aneh yang dia temui dalam hidupnya atau yang pernah dia baca berhubungan dengan dunia kedokteran

Daud an-Anthaki sering melakukan pengamatan & penelitian terhadap terapi pengobatan. Ia berhasil mengidentifikasi beberapa jenis obat yang dipakai untuk mengobati berbagai penyakit.

Selain melakukan penelitian & menulis buku, al-Anthaki juga pernah membuat sebuah identitias yang dilindungi Undang-Undang. Kartu tersebut berisi sejumlah keterangan, seperti nama, kedudkuan, kegunaan, jenis obat atau terapi. Al-Anthaki juga mengenalkan metode kartu identitas untuk pemeriksaan & pengobatan yang terdiri dari 10 komponen, yaitu nama, bahasa yang dipakai, riwayat kesehatan, penyakit, suhu badan, keluhan yang dirasakan, pengobatan sendiri, pengobtan yang dilakukan bersama orang lain, kemampuan & solusi penyembuhan. Selain hal itu, al-Anthaki menambahkan beberapa keterangan lagi, yaitu jadwal minum obat, cara menyimpan obat tersebut, & tempat memperolehnya. Semua hal itu adalah bukti kepedulian al-Anthaki pada para pasieannya. Ia menangani mereka dengan sangat hati-hati.

Menurut al-anthaki, ilmu kedokteran perlu mendapat penghormatan & proporsi yang tepat. Ilmu kedoktean juga harus berada di tangan orang yang profesional agar bisa memberikan hasil optimal. Sebaliknya, orang-orang yang tidak bertanggung jawab & tidak mampu sebaiknya tidak bekerja di bidang ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehungan dengan hal itu, al-Anthaki berkata,'' Ilmu kedokteran merupakan bagian dari ilmu para raja yang diwariskan di kalangan mereka secara turun-temurun. Ilmu kedokteran tidak pernah hilang dari mereka karena mereka mengkhawatirkan kedudukannya.''

Daud al-Anthaki juga menjelaskan bagaimana ia memilih guru yang tepat yang mampu mengajarkannya ilmu kedokteran. Al-Anthaki lalu menceritakan pengalamannya ketika berada di Mesir. Ia berkata telah melihat seorang ulama, yang menjadi panutan masyarakat & tempat pengaduan bergabagai masalah keagamaan, mengunjungi rumah seorang Yahudi untuk berobat. Sejak saat itu al-Anthaki berniat menjadikan ilmu kedokteran seprti ilmu lainya.

Di sela-sela kesibukannya, al-Anthaki masih sempat menulis sebuah buku setebal 700 halaman. Buku tersebut berjudul Kitab Nafis, yang kemudian dikenal dengan nama Tazkirah Daud. Dikemudian hari, buku ini diberi judul tambahan judul Tazkirah Ulil Alhab wal Jami'lil 'Ajabil Ujjah. Karya ini merupakan salah satu warisan Arab-Islam yang menjadi kebanggan di Perpustakaan Arab.

Sepanjang hidupnya, al-Anthaki menekuni dunia kedokteran & terus mendalami ilmu pengobatan. Ia meninggal dunia pada tahun 1599 (1008 H) di Makkah. Sebelumya, ia sempat menyelesaikan sejumlah monograf ringkas & sebuah karya yang berisi kecaman pedas para filosof yang berjudul Risalah fi Ta'ir wal Ukab. Selain itu, ia juga berhasil menyelesaikan sebuah buku tentang penggunaak astrologi dalam kedokteran. Buku tersebut berjudul Unmudhaj fi 'ilm al-Falak.

http://ogetto.mywapblog.com/daud-al-anthaki-peletak-studi-terapi.xhtml
http://ensiklopedi-alquran.com/index.php/tokoh-tokoh-islam/1776-dawud-al-anthaki

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.