Saturday, 31 May 2025

7 Mitos dan Fakta Tentang Pola Makan Bagi Diabetes

gula-darah-diabetes-doktersehat
Photo Source: Freepik/xb100

DokterSehat.Com– Diabetes adalah masalah kesehatan yang terkait erat dengan pola makan. Hal ini berarti, jika kita menerapkan pola makan yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena diabetes juga meningkat. Hanya saja, ada banyak sekali mitos yang terkait dengan diabetes yang belum tentu benar. Apa sajakah mitos-mitos tersebut?

Berbagai mitos dan fakta tentang pola makan yang terkait dengan diabetes

Pakar kesehatan menyebut mitos dan fakta yang terkait dengan diabetes belum tentu sesuai dengan fakta kesehatan. Karena alasan inilah kita harus benar-benar mencermatinya demi mencegah datangnya masalah kesehatan ini atau komplikasi akibat diabetes.

Berikut adalah berbagai mitos dan fakta tersebut.

  1. Sering makan gula bisa memicu diabetes

Diabetes dikenal luas sebagai penyakit gula. Hal inilah yang membuat banyak orang yang menganggap kebiasaan mengonsumsi gula, dan makanan atau minuman manis sebagai penyebab dari diabetes.

Memang, konsumsi gula terkadang bisa terkait dengan diabetes. Hal ini disebabkan oleh konsumsi gula dengan berlebihan bisa memicu gangguan sensitivitas insulin yang kemudian berimbas menjadi diabetes, namun bukan berarti kita harus menghindari gula.

Jika kita membatasi asupan gula maksimal 50 gram dalam sehari, risiko untuk terkena diabetes atau masalah kesehatan lainnya bisa dicegah.

  1. Banyak sekali aturan makan bagi penderita diabetes

Banyak orang yang berpikir jika penderita diabetes harus mematuhi banyak sekali aturan demi mencegah kenaikan kadar gula darah atau risiko komplikasi. Hal ini membuat mereka kebingungan untuk menerapkan pola makan yang tepat. Padahal, menurut pakar kesehatan, pola makan bagi penderita diabetes sebenarnya sangat sederhana.

Penderita diabetes hanya perlu menata porsi dan pilihan makanan dengan tepat agar tidak mengonsumsi kalori atau gula dengan berlebihan sehingga tidak akan mudah mengalami lonjakan kadar gula darah.

  1. Karbohidrat berbahaya bagi penderita diabetes

Banyak penderita diabetes yang takut dengan karbohidrat. Mereka bahkan sampai benar-benar menghindari makanan berkarbohidrat. Padahal, karbohidrat masih dibutuhkan oleh penderita diabetes sebagai penjaga kadar gula darah dan penyedia sumber energi.

Alih-alih menghindari makanan berkarbohidrat, penderita diabetes justru lebih disarankan untuk tetap mengonsumsinya meskipun memang porsinya harus dibatasi demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang.

  1. Obat diabetes bisa membuat penderitanya mengonsumsi makanan apa saja

Penggunaan obat diabetes dan suntik insulin seringkali dianggap sebagai keuntungan bagi penderita diabetes karena bisa membuat mereka mengonsumsi makanan apa saja. Sayangnya, mitos ini tidak benar.

Pakar kesehatan menyebut obat-obatan dan suntik insulin memang bisa membantu mengendalikan kadar gula darah, namun mereka tetap harus menerapkan pola makan yang sehat sehingga tidak akan mudah terkena komplikasi.

  1. Makanan pencuci mulut harus dihindari penderita diabetes

Penderita diabetes biasanya memilih untuk tidak lagi mengonsumsi makanan pencuci mulut seperti es krim, kue-kue manis, biskuit, kismis, dan lain-lain. Memang, bagi mereka yang sudah memiliki kadar gula darah sangat tinggi, konsumsi makanan pencuci mulut ini harus dihindari, namun sebagian besar penderita diabetes masih bisa mengonsumsinya asalkan porsinya dibatasi atau mengonsumsinya bersama dengan orang lain.

  1. Pemanis buatan bisa berbahaya bagi kondisi penderita diabetes

Pemanis buatan memang cenderung lebih manis dibandingkan dengan gula. Hal ini berarti, penderita diabetes memang sebaiknya tidak sembarangan untuk mengonsumsinya. Mereka harus berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah masih diperbolehkan untuk mengonsumsi pemanis buatan atau tidak. Jika memang tidak boleh, sebaiknya mematuhi anjuran dokter.

  1. Penderita diabetes sebaiknya mengonsumsi makanan catering

Banyak penderita diabetes yang memilih untuk mengonsumsi makanan catering atau makanan yang disediakan khusus bagi mereka. Padahal, asalkan mereka lebih cermat dalam memilih menu dan porsi makanan, kondisi diabetes yang diderita bisa dikendalikan.

Telur Mentah, Bikin Sehat atau Berbahaya Jika Dikonsumsi?

telur-utuh-doktersehat

DokterSehat.Com– Jika dicermati, cukup banyak orang yang sengaja mengonsumsi telur mentah. Selain dijadikan campuran jamu, terkadang telur mentah juga bisa dikonsumsi langsung begitu saja atau dijadikan tambahan pada beberapa jenis makanan. Mereka yang mengonsumsinya menganggap telur mentah berkhasiat bagi kesehatan. Apakah anggapan ini memang benar?

Anggapan bahwa telur mentah berkhasiat

Telur mentah sebenarnya cukup sering digunakan sebagai bahan campuran saat membuat berbagai macam makanan seperti adonan kue atau dijadikan krim dan saus makanan. Keberadaan telur mentah ini bisa membuat adonan mengembang, lebih lembut, dan kental. Hanya saja, ada sebagian adonan yang tidak dimasak kembali sehingga sebenarnya saat mengonsumsinya kita mengonsumsi telur mentah.

Selain itu, banyak orang yang menjadikan telur mentah sebagai campuran minuman tradisional susu telur madu jahe (STMJ). Bahkan, sebagian olahragawan percaya jika telur mentah yang dicampur dalam minuman protein shake akan semakin meningkatkan stamina.

Memang, pakar kesehatan menyebut telur yang belum dimasak memiliki kandungan vitamin, mineral, lemak, dan antioksidan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang sudah dimatang, namun bukan berarti kita bisa sembarangan mengonsumsi telur mentah.

Sebenarnya, protein di dalam telur mentah lebih sulit diserap oleh tubuh

Anggapan bahwa telur mentah bisa menyediakan protein dengan jumlah yang lebih tinggi bisa dianggap kurang tepat. Hal ini disebabkan oleh kondisinya yang masih mentah justru membuat tubuh kesulitan untuk menyerap protein. Meski jumlahnya lebih banyak, tentu hal ini akan percuma karena hanya sedikit protein yang bisa diserap.

Penelitian yang dilakukan pada 2004 yang dipublikasikan dalam International Journal of Food Sciences and Nutritioni justru mengungkap fakta bahwa tubuh lebih banyak menyerap protein yang ada di dalam telur matang. Jumlahnya bisa mencapai 90 persen. Jika kita makan telur mentah, hanya 50 persen protein di dalam telur yang akan diserap.

Selain protein, penyerapan biotin juga tidak maksimal

Selain protein, pakar kesehatan menyebut proses penyerapan biotin atau vitamin B7 ternyata juga akan menjadi tidak maksimal jika kita makan telur mentah. Hal ini disebabkan oleh sifat dari vitamin ini yang larut air. Selain itu, keberadaan protein avidin di dalam putih telur yang masih mentah bisa membuat biotin terikat dan akhirnya tidak bisa diserap oleh tubuh.

Jika kita memasak telur, maka kandungan protein avidin ini akan hancur dan akhirnya membuat biotin bisa diserap dengan lebih baik.

Makan telur mentah membuat risiko infeksi bakteri meningkat

Pakar kesehatan menyebut hobi mengonsumsi telur mentah ternyata bisa membuat risiko terinfeksi bakteri salmonella meningkat. Sebagai informasi, bakteri ini memang mudah ditemui di dalam berbagai macam produk hewani seperti daging, telur, dan susu mentah. Jika sampai masuk ke dalam tubuh, maka risiko untuk mengalami gangguan pencernaan akan meningkat.

Berikut adalah fakta tentang risiko infeksi bakteri salmonella jika makan telur mentah.

  1. Bakteri ini bisa ditemukan di dalam cangkang telur

Pakar kesehatan menyebut cangkang telur mentah rentan terpapar bakteri salmonella yang berasal dari ayam yang menelurkannya atau dari proses penyimpanan dan distribusi telur yang kurang higienis. Jika kita makan telur mentah, dikhawatirkan isi telur bisa terpapar bakteri ini dan akhirnya kita pun mengonsumsi bakteri tersebut.

  1. Gejala infeksi bakteri salmonella

Jika sampai kita terinfeksi bakteri salmonella, biasanya gejalanya akan muncul sekitar 6 jam atau tiga hari setelah makan telur mentah. Gejalanya bisa berupa nyeri perut, mual-mual, diare, demam, sakit kepala parah, hingga dehidrasi.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita memasak telur terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Friday, 30 May 2025

Air Minum di Gelas Tidak Ditutup Lama, Sebaiknya Jangan Diminum

air-dalam-kemasan-doktersehat

DokterSehat.Com– Terkadang, kita lupa menutup gelas yang berisi air minum dan membiarkannya begitu saja dalam waktu yang lama. Rupa airnya masih sama saja seperti saat kita ambil sebelumnya, namun apakah tidak apa-apa jika kita kemudian meminumnya? Berikut adalah penjelasan pakar kesehatan terkait hal ini.

Dampak meminum air yang tidak ditutup dalam waktu lama

Pakar kesehatan menyebut air yang ditempatkan di dalam gelas namun tidak ditutup dalam waktu yang lama bisa saja mengalami perubahan rasa meskipun tidak mengalami perubahan warna atau kejernihan sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa kadar keasaman dari air ini sebenarnya sudah berubah.

Jika kita membiarkan air ini tidak ditutup semalaman, kadar pH dari air ini cenderung sudah menurun dengan signifikan. Hal ini berarti, air menyerap karbondioksida dalam jumlah yang lebih banyak.

Selain itu, bisa jadi pada air ini terjadi pertumbuhan bakteri atau jamur yang membuatnya tentu kurang baik bagi kesehatan. Bahkan, dalam beberapa kasus, air minum bisa saja sudah dipenuhi dengan jentik-jentik nyamuk. Mengonsumsinya tentu akan memberikan dampak yang jauh lebih buruk.

Hal yang sama juga terjadi jika menyisakan air kemasan botolan demi meminumnya keesokan hari. Meski terlihat aman untuk diminum karena air tertutup rapat di dalam botol, pakar kesehatan menyebut air ini bisa jadi sudah terpapar bakteri karena tersentuh oleh bibir atau air liur kita saat meminumnya.

Berbagai aturan yang sebaiknya kita perhatikan saat minum air

Demi mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan beberapa hal saat ingin minum air putih.

Berikut adalah berbagai hal yang perlu untuk kita perhatikan tersebut.

  1. Minum sambil duduk

Tak hanya sesuai dengan ajaran salah satu agama, minum air sambil duduk memang bisa memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh minum air dengan posisi berdiri bisa membuat air langsung mengalir ke bagian pencernaan tanpa melalui proses penyaringan terlebih dahulu.

Meski air sudah matang dan bebas bakteri, sebaiknya memang tetap harus melalui proses penyaringan sebelum benar-benar diolah di dalam perut demi membuatnya bisa memberikan manfaat lebih besar.

  1. Minumlah dengan pelan-pelan

Meski kita sudah sangat haus, sebaiknya minum air seteguk demi seteguk saja, bukannya langsung meminumnya dalam jumlah yang banyak sekali teguk. Jika kita langsung minum dalam jumlah yang besar, dikhawatirkan akan membuat kita merasa tidak nyaman pada perut atau saluran pernapasan.

  1. Sebaiknya mengonsumsi air dengan suhu normal atau hangat

Meskipun air dingin atau air es bisa memberikan kesegaran setelah dikonsumsi, hal ini akan membuat pencernaan bekerja dengan lebih keras demi menyesuaikan suhunya dengan suhu internal tubuh. Hal ini justru akan membuat organ pencernaan terganggu.

Minumlah air dengan suhu normal atau air hangat yang cenderung lebih mudah dicerna oleh tubuh sehingga kita pun akan mendapatkan manfaat kesehatannya dengan lebih maksimal.

  1. Jangan langsung minum air setelah makan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk meminum sedikit air sebelum makan dan menunggu sekitar 30 menit setelah makan sebelum akhirnya meminumnya. Jika kita langsung minum air setelah makan, dikhawatirkan akan menyebabkan sensasi tidak nyaman pada perut hingga mengubah kondisi enzim pencernaan. Hal ini tentu akan membuat proses penyerapan nutrisi mengalami gangguan.

  1. Segera minum jika mulai merasakan haus

Haus menandakan bahwa tubuh membutuhkan asupan tambahan cairan demi mengatasi kondisi dehidrasi dan memperlancar berbagai sistem yang ada di dalamnya. Karena alasan inilah sebaiknya kita segera minum jika memang sudah merasakannya.

Thursday, 29 May 2025

7 Masalah Kesehatan di Indonesia dan Solusinya

masalah-kesehatan-di-indonesia-doktersehat

DokterSehat.Com – Kendati memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, hal ini tidak serta merta menjadikan Indonesia Negara yang makmur dan bebas dari sejumlah masalah fundamental suatu Negara. Salah satu dari permasalahan fundamental tersebut adalah masalah kesehatan. Faktanya, Indonesia masih memiliki rapor merah ihwal kesehatan, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Apa saja itu?

Masalah Kesehatan di Indonesia: Ironi Negara Kaya SDA

Negara yang ‘berhasil’ dapat diukur dari sejumlah faktor, seperti kondisi keuangan, infrastruktur, dan yang tak penting, kesejahteraan warganya di seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali kesehatan. Ya, berbicara tentang kesehatan, hal ini sudah selayaknya menjadi perhatian utama dari Pemerintah suatu Negara, termasuk Indonesia.

Sayangnya, masalah kesehatan di Indonesia seakan belum menemukan ‘jalan terang’ penyelesainnya. Sebagai contoh, pada kasus kematian ibu saat melahirkan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa angka kematian ibu di Indonesia berada di angka 305 untuk setiap 100 ribu kelahiran.

Kondisi yang jauh berbeda terjadi pada Negara-negara yang tergolong maju. Masih melansir data dari WHO, tercatat rata-rata angka kematian ibu (AKI) di Negara-negara maju berada di angka 12-14 kasus per 100 ribu kelahiran. Bahkan, Negara-negara maju seperti Inggris, Jerman, dan Jepang hanya mencatatkan rata-rata 6-7 kasus kematian ibu per 100 ribu kelahiran. Fakta yang tidak menyenangkan, bukan?

Masalah Kesehatan di Indonesia dan Solusinya

Lantas, apa saja masalah kesehatan dan solusinya? Simak informasinya berikut ini.

1. Gizi Buruk

Malnutrisi atau gizi buruk adalah salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang sangat umum. Kondisi ini rentan dialami oleh mereka yang masih berusia anak-anak. Gizi yang buruk berakibat pada sejumlah komplikasi kesehatan serius pada anak yang mengalaminya.

Salah satu akibat malnutrisi atau gizi buruk tersebut adalah stunting. Stunting adalah kondisi malnutrisi kronis di mana penderitanya mengalami gangguan pertumbuhan, dalam hal ini, tinggi badan. Ya, seorang anak dikatakan mengidap stunting ketika ia memiliki tinggi badan lebih pendek dari tinggi badan ideal untuk ukuran anak seusianya (merujuk standar baku WHO-MGRS).

Masalahnya, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa stunting ini erat kaitannya dengan faktor genetik. Kendati hal tersebut benar, namun para orangtua juga harus paham bahwa stunting juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, seperti:

  • Pola makan yang salah
  • Kurangnya asupan nutrisi yang seimbang
  • Cara mengasuh anak tidak benar
  • Higienitas lingkungan tempat tinggal
  • Finansial

Selain stunting, malnutrisi pada anak bisa menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya seperti busung lapar. Memastikan anak Anda untuk senantiasa terpenuhi kebutuhan nutrisi dan vitaminnya sejak usia dini (bahkan saat masih berada di dalam kandungan) adalah solusi untuk mencegah anak dari kondisi malnutrisi tersebut.

Pasalnya, kondisi malnutrisi tidak hanya berdampak pada terhambatnya pertumbuhan. Lebih dari itu, masalah kesehatan di Indonesia ini menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga dapat mengancam daya saing bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia.

2. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TBC) adalah masalah kesehatan selanjutnya yang marak terjadi di Indonesia. Data dari WHO menyebutkan bahwa Indonesia menjadi Negara dengan penderita TBC terbesar kedua di dunia.

Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yakni depkes.go.id, berdasarkan Rakekesnas 2018, jumlah penderita TBC di Indonesia mencapai 759 per 100 ribu penduduk berusia 15 tahun ke atas. Pria menjadi kelompok yang lebih banyak mengidap penyakit ini, sementara wilayah perkotaan menjadi titik TBC terbanyak.

Masih dilansir dari situs yang sama, Pemerintah melalui Kemenkes tengah mencanangkan solusi penanganan TBC ini, yaitu dengan:

  • Peningkatan deteksi melalui pendekatan keluarga
  • Menyelesaikan under-reporting pengobatan TBC melalui penguatan PPM
  • Meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC
  • Perbaikan sistem deteksi MDR TBC
  • Akses terapi MDR TBC
  • Edukasi
  • Peningkatan sensitivitas Dx

3. Kematian Ibu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kasus kematian ibu saat melahirkan adalah masalah kesehatan yang cukup memprihatinkan di Bumi Pertiwi.

Indonesia masih dikatakan tertinggal dalam hal angka kematian ibu (AKI), di mana pada tahun 2015 mencapai 305 kasus per 100 ribu kelahiran. Jangankan bersaing dengan Negara-negara maju seperti Jerman, Inggris, Jepang. Dengan Negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia saja, Indonesia masih tertinggal.

Hal ini tentunya menjadi PR besar bagi Pemerintah, mengingat masalah kesehatan yang satu ini secara tidak langsung berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi Negara.

Untuk diketahui, penyebab kematian ibu saat melahirkan biasanya meliputi:

  • Perdarahan akut
  • Kejang (eklampsia)
  • Aborsi
  • Infeksi kehamilan

4. Kematian Bayi

Kasus kematian bayi, balita, hingga anak-anak usia remaja juga menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang masih terus menyumbang persentase besar.

Kondisi ini tak lepas dari sejumlah faktor. Pada kasus kematian bayi, asupan nutrisi yang kurang selama masih berada di dalam kandungan disinyalir menjadi penyebab utamanya. Sedangkan pada anak balita hingga remaja, faktor-faktor yang menyebabkan kematian umumnya meliputi:

  • Penyakit akibat infeksi (diare, TBC, dan sebagainya)
  • Kecelakaan
  • Gaya hidup tidak sehat (merokok, alkohol, kurang olahraga)

Oleh sebab itu, perlu adanya semacam edukasi secara masif kepada seluruh lapisan masyarakat guna mencegah penyakit-penyakit ini merenggut nyawa.

5. Penyakit Menular

Penyakit menular juga menjadi penyumbang terbesar masalah kesehatan di Indonesia. DBD, malaria, leptospirosis, flu babi, hingga HIV/AIDS adalah contoh penyakit menular yang sudah ‘akrab’ dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Sejumlah langkah pun telah dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi pelbagai masalah kesehatan tersebut. Khusus HIV/AIDS, Pemerintah terus memperbaiki segala elemen yang berkaitan dengan pengobatan penyakit ini, mulai dari tenaga medis, fasilitas kesehatan, tata laksana penanganan, hingga laboratorium.

Selain itu, sebuah sistem bernama Early Warning and Responds System (EWARS) adalah cara lainnya yang dilakukan Negara guna mencegah penyebaran penyakit menular.

6. Penyakit Tidak Menular

Tidak hanya penyakit menular sebagaimana dijelaskan di atas, Indonesia juga menghadapi ‘serangan’ penyakit tidak menular. Sebut saja komplikasi paru-paru dan sistem pernapasan secara keseluruhan, yang mana hal ini berkaitan dengan kualitas udara yang buruk, terutama di daerah perkotaan.

Diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan tak ketinggalan, kanker, adalah penyakit tidak menular lainnya yang sampai saat ini masih terus menghantui rakyat Indonesia.

Edukasi tentang kesehatan secara rutin dan terstruktur adalah solusi untuk menekan peningkatan jumlah penderita penyakit-penyakit tersebut. Masyarakat pun dihimbau untuk selalu waspada dengan cara sebisa mungkin menerapkan pola hidup sehat.

7. Gangguan Jiwa

Dihimpun dari berbagai sumber, Indonesia memiliki kuantitas pengidap gangguan jiwa yang cukup banyak, yakni sekitar 14 juta jiwa. Bahkan, 400 ribu di antaranya disebut mengidap gangguan jiwa parah. Hal ini menjadikan gangguan jiwa menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang memerlukan perhatian khusus guna menekan peningkatan jumlahnya.

Pasalnya, hal ini turut memengaruhi kualitas dan produktivitas masyarakat Indonesia, yang lantas juga berdampak terhadap daya saing bangsa Indonesia di dunia. Kendati demikian, Pemerintah sudah berusaha untuk mengambil langkah sebagai solusi atas masalah ini, seperti diimplementasikannya program Upaya Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat (UKJBM) yang melibatkan Puskesmas dan masyarakat.

Nah, itu dia informasi mengenai masalah kesehatan di Indonesia dan solusinya. Negara yang berhasil adalah Negara yang masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan, termasuk sejahtera mental dan fisiknya. Semoga bermanfaat!

Wednesday, 28 May 2025

Kumpulan Modul/Materi PKP Guru SD 2019-2020 Berbasis Zonasi. PDF

Kumpulan Modul/Materi PKP Guru SD 2019-2020 Berbasis Zonasi PDF - Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan KEMDIKBUD telah secara resmi membuat program peningkatan kompetensi pembelajaran. PKP mempunyai tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas mutu kompetensi kemampuan peserta didik.

 Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidik Kumpulan Modul/Materi PKP Guru SD 2019-2020 Berbasis Zonasi. PDF

Cara nya melalui berbagai macam jenis pembinaan pelatihan pendidik/ guru dalam menentukan suatu perencanaan, pelaksanaan, sampai tahap akhir yaitu mengevaluasi proses pembelajaran yang diutamakan pada keahlian berpikir siswa ketingkat yang lebih tinggi (HOST/ Higher Order Thinking Skills).

Sebagai contoh berikut ini yang termasuk modul/materi PKP Guru SD salah satunya adalah mata pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn). Mapel lainnya bisa Bapak/Ibu download di akhir pembahasan modul ini.

Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila oleh semua warga negara Indonesia harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dimana saja kita berada, antara lain sebagai berikut :

1). Aplikasi nilai sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari melalui sikap dan perilaku seperti :
  • Taat beribadah sesuai ajaran agama masing-masing, sebagai wujud keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa; Berdoa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa memohon perlindungan dan pertolongan-Nya;
  • Menghormati dan tolerasi dengan pemeluk agama lain;
  • Jujur tidak suka berkata bohong atau tidak membohongi orang lain;
  • Berdamai dengan teman dan tidak suka bertengkar;
  • Saling menghargai perbedaan agama dan kepercayaan;
  • Bersikap teguh pada kebenaran;
  • Percaya diri melakukan kebajikan;
  • Saling bekerja sama antar umat beragama dalam hal yang bersifat untuk memajukan kepentingan umum, misalnya untuk kerja bakti di lingkungan;
  • Menghindari tindakan kekerasan yang dapat melukai perasaan dan jasmani orang lain;
  • Mengedepankan persahabatan meskipun berbeda agama dan keyakinan;
  • Membantu orang lain dengan penuh keikhlasan walaupun berbeda agama atau keyakinan;
  • Tidak memaksakan kehendak atau keyainan kita kepada orang lain yang berbeda agama atau kepercayaan;
  • Memelihara lingkungan sekitar, menjaga kebersihan, atau melakukan penghijauan;
  • Melindungi kaum yang lemah dan yang tertindas;
  • Menunjukkan kebenaran kepada orang lain meskipun berbeda agama atau kepercayaan.
2). Aplikasi nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Berlaku adil dalam memutuskan sesuatu;
  • Tidak memilih-milih teman atau tidak membeda bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan;
  • Tidak memojokkan pihak lain yang berbeda pandangan dengan kita saling membantu sesama yang mengalami kesusahan;
3). Aplikasi nilai Persatuan Indonesia
  • Saling menghargai dan menghindari perdebatan atau pertengkaran dengan rekan, tetangga, atau siapa saja yang berbeda pandangan atau kepentingan dengan kita.
  • Mencintai dan mengapresiasi budaya bangsa sendiri.
  • Tidak mencela hasil karya orang lain.
  • Menjaga kekayaan budaya bangsa.
  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
  • Rela berkorban baik harta maupun jiwa raga untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
4). Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  • Turut serta menggunakan hak pilih dalam pemilihan presiden dan wakil presidan, pemilihan kepala daerah, atau pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD, dan lain-lain.
  • Mencalonkan diri atau mengajukan seseorang untuk menjabat suatu jabatan tertentu sebagai salah satu perwujudan demokrasi; Melaksanakan dengan sungguh-sungguh hal hal yang menjadi keputusan bersama.
  • Mengemukakan pendapat untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama dengan cara-cara yang benar dan bijaksanaan.
  • Mengawasi dan memberikan saran terhadap jalannya penyelenggaraan kedaulatan rakyat yang dilakukan oleh pemerintah.
5). Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Bertindak dan berperilaku adil terhadap anggota atau bawahan jika diamanahi sebagai pemimpin, seperti ditunjuk sebagai ketua kelas, ketua OSIS, kepala desa, bupati, gubernur, presiden, atau pemimpin organisasi lainnya;
  • Tidak rakus dan arogan bila mendapatkan kesempatan.
  • Ikhlas berbagi kepada teman, sahabat, atau orang lain yang membutuhkan;
  • Berusaha menolong atau membantu orang lain sesuai kemampuan;

Nilai-Nilai Sila Yang Terkandung Dalam Pancasila

1). Sila pertama mengandung pengertian bahwa masyarakat Idonesia wajib meyakini dan mengimani bahwa Allah subhanahu wata’ala adalah Tuhan Yang Maha Tunggal yang tidak satu pun yang dapat menyamai-Nya, Tuhan yang Maha Sempurna, Pencipta alam semesta beserta segala isinya.

2). Kedua mencerminkan sifat hakiki manusia sebagai makhluk sosial (homo socius). Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

3). Ketiga mengandung pengertian bersatu tidak pecah-belah. Yakni mempersatukan beraneka ragam suku, budaya, adat isitadat, bahasa menjadi satu kesatuan dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

4). Keempat mengandung beberapa kata yang perlu dipahami, yaitu, hikmat kebijaksanaan, permusyawaratan, perwakilan, kerakyatan. Kerakyatan juga sering disebut kedaulatan rakyat. Hal ini berarti rakyatlah yang berkuasa, rakyatlah yang memerintah atau sering disebut dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

5). Keadilan sosial mengandung pengertian bahwa keadilan bukanlah milik golongan tertentu saja, tetapi untuk seluruh masyarakat indonesia tanpa membedakaan kekayaan, jabatan maupun suku tertentu.

Download Modul/Materi PKP Guru SD 2019 Berbasis Zonasi

  • IPS (Download)
  • Matematika (Download)
  • IPA (Download)
  • Bahasa Indonesia (Download)
  • Budaya dan Prakarya (Download)
  • PPKn (Download)
  • PJOK (Download)

Demikian informasi yang dapat IndoINT.id sampaikan mengenai penjelasan tentang kumpulan modul/materi PKP Guru SD 2019-2020 berbasis zonasi.


Sumber https://www.pelitaguru.id/

Tuesday, 27 May 2025

Promes / Prosem Kelas 2 SD Semester 1 K13 Revisi Tahun 2019

Gurumaju.comPromes / Prosem Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi Semester 1 atau Prosem / Promes Kelas 2 K13 Revisi 2018 Semester 1 yang Admin bagikan ini sangat mudah untuk di download dan tentunya dengan Gratis.
 yang Admin bagikan ini sangat mudah untuk di download dan tentunya dengan Gratis  Promes / Prosem Kelas 2 SD Semester 1 K13 Revisi Tahun 2019
 Promes / Prosem Kelas 2 SD Semester 1 K13 Revisi Tahun 2019

Setelah sebelumnya Admin membagikan RPP Kelas 2 K13 Revisi 2018 dan juga Silabus Kelas 2 K13 Revisi 2018 maka kali ini Admin akan berbagi kembali Perangkat Administrasi Untuk Guru Kelas 2 yaitu Program Semester atau sering disebut Promes/Prosem.

Perangkat Pembelajaran Seperti salah satunya Promes/Prosem ini menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh guru. Tujuannya ialah dengan adanya Perangkat pembelajaran proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar. Nah agar Bapak/Ibu rekan-rekan guru tidak terlalu disibukkan dengan Urusan Administrasi Kelas maka disini Admin akan Memberikan File Prosem/Promes yang dapat Rekan-rekan guru langsung Gunakan dan hanya perlu penyesuaian sedikit seperti Nama Kepala Sekolah NIP dan Nama Guru Kelas.

Promes / Prosem Kelas 2 / II SD/MI K13 Revisi 2018 Semester 1 ini disusun mengacu pada Buku Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi 2018, sehingga Dapat rekan-rekan gunakan untuk Anda yang saat ini mengajar sebagai Wali Kelas 2 SD sebagai salah satu dari Pelengkap Administrasi Kelas di Kelas 2.

Silahkan bagi rekan-rekan Guru Wali kelas 2 yang berminat untuk memiliki FIle  Promes/Prosem Kelas 2 Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2019 Semester 1 ini untuk mendownloadnya melalui tautan yang telah Admin sediakan dibawah ini:

Promes Kelas 2 K13 Revisi [Download]

Demikian Informasi mengenai Promes/Promes Kelas 2 SD/MI kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 yang dapat Admin bagikan. Terima kasih telah berkunjung, Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

Monday, 26 May 2025

Bayang-Bayang Luka

 


Dalam sepi aku mencintaimu,
seperti bayang pada malam tanpa cahaya,
tak terlihat, tak dihiraukan,
namun tetap setia merangkak di dinding jiwa.

Cinta ini bukan nyala api,
melainkan asap yang tercekik angin,
mengambang di ruang hampa,
antara harapan dan kehancuran yang diam.

Jiwaku tak lagi bernyanyi,
sejak kau tanam sunyi di nadinya.
Setiap denyut adalah jerit
yang tak sempat jadi kata.

Aku mencintaimu
seperti tawanan mencintai kebebasan—
dengan rasa takut
bahwa harapan hanyalah cambuk
yang kian mengoyak daging keyakinan.

Biarlah aku mencintaimu
dalam gelap, dalam diam,
di ruang di mana tak ada yang menindas
selain diriku sendiri.

Senandung Hati Putri Kyai


Di antara dinding pesantren teduh nan suci,

Bersemayam putri Kyai, parasnya berseri.

Bukan hanya ilmu agama yang ia selami,

Namun ada rasa halus, mengusik dalam hati.


Pandangannya tertuju, bukan pada rupa semata,

Namun pada akhlak mulia, insan berjiwa ksatria.

Santri pilihan, atau mungkin pemuda dari kota,

Yang getarkan kalbu, tanpa banyak berkata.


Dalam setiap tahajud, namanya ia sebut lirih,

Memohon petunjuk Ilahi, agar cinta tak tersisih.

Bukan nafsu duniawi yang membuatnya perih,

Tapi rindu suci, yang ingin ia rengkuh bersih.


Ia tahu adat menjaga, maruah keluarga terpandang,

Cinta dalam diam, bagai kuncup yang tak kunjung kembang.

Namun di balik kerudung, hatinya tak henti berdendang,

Menyimpan asa, kelak bersanding di jalan yang lapang.


Malu menyelimuti, setiap kali berpapasan,

Degup jantung kian kencang, tak mampu ia sembunyikan.

Ayat-ayat cinta Ilahi menjadi sandaran,

Agar rasa ini tak melampaui batasan Tuhan.


Oh, Tuhanku Yang Maha Membolak-balikkan Hati,

Jika ini adalah takdir, mudahkanlah jalan kami.

Namun jika hanya ujian, kuatkanlah iman di diri,

Agar cinta pada-Mu tetap yang paling hakiki

Ketika Rasa Sakit Sudah Mati

 


Aku pernah berjalan,
menyusuri luka demi luka
dengan namamu tergenggam
seperti doa yang tak pernah sampai.

Kupikir, kau adalah rumah.
Tempat segala rindu pulang,
tempat luka reda,
dan perjuangan menemukan makna.

Tapi kau memilih arah lain—
mendekap pria yang tak pernah
berdarah demi kehadiranmu.
Dan di situ, aku belajar:
cinta tak pernah adil pada yang benar-benar tulus.

Kini,
tak ada tangis yang bisa pecah,
tak ada sesak yang bisa tumbuh.
Karena rasa sakit…
sudah lama mati.

Yang tersisa hanya diam.
Dan diam tak pernah mengkhianati
seperti kau mengkhianati
segala hal yang aku perjuangkan untukmu.

Contoh Dokumen Supervisi dari Pemilik/Yayasan/Pemerintah kepada Lembaga


Salam semangat buat Bunda-bunda PAUD serta rekan Operator Sekolah yang saat ini sedang melakukan pengajuan Akreditasi PAUD tepatnya menyusun dokumen-dokumen untuk selanjutnya diajukan melaluai Aplikasi SISPENA PAUD 2.0. 

bunda PAUD serta rekan Operator Sekolah yang saat ini sedang melakukan pengajuan Akreditas Contoh Dokumen Supervisi dari Pemilik/Yayasan/Pemerintah kepada Lembaga



 Barangkali rekan sekalian membutuhkan dokumen Supervisi Lembaga yang terdapat di poin 6.4.1. SISPENA PAUD 2.0.

Dimana di Butir 6.4 Pengawasan terdapat sub Butir Supervisi Satuan dengan dokumen yang harus dilengkapi adalah Dokumen Supervisi dari Pemiliki / Yayasan / Pemerintah kepada Lembaga yang mengandung usnsur Tujuan Supervisi, Temuan Supervisi, Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Oleh karena itu, disini admin akan membagikan Contoh Dokumen Supervisi Lembaga PAUD yang kami gunakan di lembaga kami, semoga bermanfaat buat rekan semuanya. 


Download file, silahkan klik DISINI.



Baca Juga : Program Semester (Prosem) TK Kelompok B (5-6) Tahun Semester Ganjil dan Genap
Baca Juga : Format DDTK Anak PAUD/TK
Baca Juga : Format Grafik Lingkar Kepala Anak Laki-laki dan Perempuan untuk Dokumen Akreditasi PAUD


Demikianlah informasi yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat buat rekan semuanya dalam pengajuan Akreditasi PAUD Tahun 2019. Salam semangat dan salam satu data. 



Sumber https://secercahilmu25.blogspot.com/

Sunday, 25 May 2025

Puisi Pelantikan: Ribuan Hari Menuju Satu Hari

 


Di ufuk fajar 26 Mei 2026,
bergetar bumi oleh langkah pasti.
Pelantikan terbesar dalam sejarah negeri,
ribuan jiwa berdiri, hati bersaksi.

Air mata jatuh tanpa malu,
bukan tangis duka, tapi bahagia yang membuncah pilu.
Bertahun menanti dalam sunyi,
kini nama dipanggil, tugas negeri menanti.

Dalam barisan itu, ada harapan yang dulu nyaris padam,
ada doa ibu, ada peluh ayah yang tak pernah diam. 

Ada do'a Ibu dan Ayah yang sudah tiada, Ada janji pada diri sendiri,

bahwa hari ini akan tiba, meski ribuan kali diuji.

Ini bukan sekadar seremoni,
ini sakral—sebuah babak baru pengabdian diri.
ASN bukan gelar, tapi amanah
yang dititipkan oleh rakyat yang berharap penuh pasrah.

Ribuan hari kami menunggu,
dan di satu hari ini, semua terbayar penuh restu.
Pelantikan ini adalah awal,
menuju abdi sejati, dalam terang maupun kesal.

Wahai negeri, lihatlah kami,
putra-putrimu siap menepi ego, merawat bumi pertiwi.
dengan sumpah suci di dalam dada,
kami akan jaga Indonesia—dengan setia, sepanjang masa.

Dunia Sudah Tak Punya Tempat

 


Itu bukan sekadar penderitaan,
bukan cuma perih yang bisa kau redam dengan tidur panjang,
itu luka yang menolak sembuh,
meski waktu terus menambal dengan hari-hari baru.

Lapar, kau tahu akhirnya akan kenyang—
tapi bagaimana dengan rindu yang ditolak masuk?
Dengan cinta yang dipaksa bungkam,
meski jantung masih mengetuk pintu yang sama?

Ada orang yang berdiri meski dihantam badai,
tapi ada pula yang jatuh hanya karena satu kata: "tidak".
Dan sejak itu, lututnya gemetar,
tak bisa lagi menyangga nama yang pernah ia bawa dalam do'a.

Sampai akhirnya,
ia tidak rebah karena lelah,
tapi karena dunia sudah tak punya tempat
bagi hati yang tak lagi ingin melawan.

Dan matanya menutup,
bukan karena tidur,
tapi karena akhirnya ia memilih
diam sebagai tempat paling aman untuk mencinta diam-diam.

Zaid Tak Pernah Meminta Royalti

 


Di kala malam sunyi bersaksi,
tinta mengalir di lembaran suci,
Zaid duduk dengan hati berseri,
menulis wahyu, bukan untuk diri.

Bukan emas yang ia cari,
bukan upah, bukan sanjungan tinggi,
tapi ridha dari Ilahi,
dan amanah Rasul yang ia penuhi.

Bersama sabda, ia teliti,
setiap huruf, ia jaga rapi,
bukan hak cipta yang ia lindungi,
tapi kesucian Kalam Rabbi.

Zaid bin Tsabit, penulis wahyu sejati,
namanya abadi dalam sejarah suci,
tanpa royalti, tanpa pamrih duniawi,
karena surga lebih ia nanti.

Zaid Tak Tahu Apa Itu Royalti



Zaid bin Tsabit, duduk bersila,
di tangannya lembar-lembar wahyu mulia.
Tak ada kontrak, tak ada hak cipta,
tak pula stempel “best seller dunia”.

Ia menulis demi langit,
bukan demi lembaran kertas kredit.
Ia hafal tiap lafaz dan titik,
tanpa berharap jadi tokoh iklan etik.

Kini zaman telah berganti,
kitab suci pun masuk percetakan resmi.
Ada versi mewah, ada bonus CD,
ada yang jualan dengan dalil cerdik bestie.

“Royalti mana, Zaid?”
Andai kau hidup di abad ini, mungkin kau heran dan sedikit pahit.
Yang dulunya amanah kini jadi bisnis,
yang suci kadang diperdagangkan secara manis.

Tapi tenang, wahai penulis wahyu,
namamu bersih, tetap jernih seperti embun subuh.
Engkau tak butuh royalti dunia fana,
karena engkau sudah dibayar surga.

Zaid Bin Tsabit, Royalti Bukan Jadi Tujuan

 



Jika pena menari hanya demi bayaran,
Jika hak cipta dijunjung lebih dari kebenaran,
Apa arti tulisan yang lahir dari hati,
Jika hanya dihitung dengan angka dan royalti?

Zaid bin Tsabit, penyalin wahyu suci,
Bukan untuk emas, bukan untuk duniawi.
Ia menulis demi langit yang abadi,
Tak menagih sepeser untuk tugas ilahi.

Bayangkan jika ia menuntut hak,
Atas tiap huruf yang dibaca di tiap waktu salat,
Berapa limpahan dunia akan ditagih,
Berapa lembar akan habis untuk menggantinya?

Namun ia diam, dan tulisannya abadi,
Bukan di kas, tapi di hati dan bumi.
Karena tak semua warisan harus berwujud materi,
Ada yang kekal, karena tulus dan suci.

Maka, wahai penulis zaman kini,
Ukurlah pena bukan hanya dari profit yang menghampiri,
Tanyakan pada nurani—untuk siapa engkau menulis?
Untuk abadi, atau hanya untuk habis?

Cinta yang Tinggal, Tak Pernah Pergi



Ada cinta, tak bisa kumiliki,
namun ia diam, tak pernah lari.
Seperti bayang di ujung hari,
setia menunggu, meski tak pasti.

Kita pernah dekat dalam angan,
berbagi tawa, menepis keraguan.
Tapi takdir punya pilihan lain,
membiarkan kita jadi kenangan.

Meski tangan tak bisa menggenggam,
hatiku tak bisa lepas dari namamu.
Kau tinggal di relung terdalam,
bagai nyala kecil yang tak pernah padam.

Aku tak meminta kau kembali,
hanya ingin kau tahu satu hal ini:
ada cinta yang tak pernah mati,
meski tak pernah jadi milik sejati.

Namamu di Ujung Doa, Bukan di Pelaminan


Aku menulis namamu dalam diam,
di antara bait doa yang tak pernah usai.
Bukan untuk memiliki,
hanya agar semesta tahu, aku pernah berharap.

Tatapanmu teduh, tapi tak bisa kutambatkan,
karena langkahmu telah lebih dulu diarahkan.
Bukan oleh cinta,
melainkan oleh janji yang bukan milikku.

Kau bilang, “Maaf,” dengan mata berkaca,
seakan luka ini hanya satu arah.
Padahal hatimu juga terbelah,
antara restu dan rasa yang tak bisa bersuara.

Aku tak membenci takdir,
meski ia mencoret namaku dari kisahmu.
Karena mencintaimu,
tak pernah meminta balasan, hanya pengertian.

Jika esok kau tersenyum di pelaminan,
biarlah bayangku menjadi angin di antara taburan bunga.
Tak terlihat, tak terdengar,
tapi pernah ada — dalam diam yang setia.

Kutitipkan Cintamu pada Tuhan




Aku jatuh hati,
bukan untuk merebutmu dari takdir,
hanya ingin mengenalmu
sebagai ladang doa yang tak lelah kusiram.

Namun Qadarullah,
kau bukan milikku,
bukan untuk digenggam,
tapi untuk dilepaskan—dengan ikhlas yang kusebut ibadah.

Kau sudah dijodohkan,
bukan karena tak ada cinta,
tapi karena cinta kami tak mendapat restu dari langit.

Maka aku undur diri,
bukan karena lemah,
tapi karena tahu,
cinta sejati adalah yang mampu mendoakan,
meski tak bisa memiliki.

Semoga rumahmu kelak jadi surga kecil,
dan langkahmu dipimpin imam yang diridhoi.
Sedang aku,
akan kembali mencintai Allah lebih dulu,
sebelum aku meminta cinta yang halal dari-Nya lagi.

Sunyi yang Mengetuk Langit




Telah kutitipkan cinta pada doa,
Lewat malam yang panjang dan dingin.
Kupinta hatinya, bukan untuk dunia,
Tapi untuk bersanding dalam ridha-Mu, Rabb.

Namun takdir berkata lain,
Ia menjauh, dan hatiku luruh.
Bukan karena benci,
Hanya karena suratan yang Engkau tulis lebih dulu.

Sunyi kini bersuara lirih,
Mengalun dalam sujud yang basah.
Tuhan, jika cinta ini bukan jalan menuju-Mu,
Maka cabutlah perlahan tanpa melukai iman.

Kupahami, cinta sejati bukan hanya memiliki,
Tapi merelakan demi ketenangan hati.
Dan Engkau, ya Rabb,
Adalah tempat segala cinta kembali.

Maka biarlah aku mencintai dalam diam,
Menyembuhkan diri dalam pelukan-Mu.
Karena aku yakin,
Tak ada penolakan yang tak bermakna,
Jika Engkau yang mengaturnya.

7 Penyebab Perdarahan yang Terjadi di Puting Payudara

puting-payudara-berdarah-doktersehat

DokterSehat.Com – Perdarahan pada tubuh bisa terjadi di mana saja. Tidak hanya di kaki atau tangan yang terluka. Di bagian yang privat sekalipun perdarahan juga bisa terjadi. Salah satu perdarahan yang bisa terjadi adalah perdarahan di puting payudara. Kalau Anda mendadak mengalami perdarahan baik itu ringan atau sudah parah di area itu, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab perdarahan di puting payudara

Puting payudara bisa mengalami gangguan seperti mengeluarkan darah karena ada masalah yang cukup serius. Meski tidak semua masalah memicu gangguan signifikan, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. berikut beberapa penyebab perdarahan puting payudara pada wanita.

  1. Penyakit Paget

Penyakit Paget bisa terjadi pada wanita khususnya mereka yang memiliki kanker payudara. Seseorang dengan kondisi kanker payudara berpeluang 1-4% juga mendapatkan penyakit ini. Itulah kenapa kalau dokter mendapati wanita memiliki Paget mereka disarankan melakukan biopsi.

Penyakit Paget ini mirip sekali dengan eksim dan psoriasis. Pada bagian puting payudara akan mengalami pembengkakan, inflamasi, dan memerah. Kalau disentuh akan terasa tidak nyaman. Pada kondisi tertentu, perdarahan bisa saja terjadi.

  1. Infeksi candida

Wanita yang sedang menyusui rentan sekali mengalami masalah pada puting payudaranya. Karena terus mengeluarkan susu dan kadang digigit oleh bayi, puting bisa saja mengalami infeksi bakteri. Nah, salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi itu adalah candida.

Seseorang mengalami infeksi candida biasanya akan mengalami nyeri di puting payudara dan ada sensasi panas. Area areola juga mengalami perubahan seperti mudah mengelupas. Kalau sudah parah infeksi ini kan menyebabkan pembengkakan pada payudara dan ada cairan darah yang keluar.

  1. Mastitis

Mastitis juga merupakan infeksi yang terjadi di puting payudara khususnya pada wanita yang menyusui. Penyebab lain dari infeksi yang juga bisa terjadi pada pria ini terdiri dari obesitas, mengalami diabetes, aktif merokok, dan pernah melahirkan sebelumnya.

Rasa nyeri biasanya muncul kalau kondisi mastitis sudah cukup parah. Seseorang akan mengalami perdarahan sehingga butuh perawatan seperti penggunaan antibiotik hingga menggunakan pereda nyeri.

  1. Duct ectasia

Ada kalanya ASI menyebabkan penyumbatan pada saluran. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan mengeluarkan cairan tertentu dan juga darah. Meski tidak memiliki sifat kanker, wanita akan cukup terganggu. Apalagi payudara jadi sering nyeri saat tergesek dengan pakaian atau saat sedang berjalan dan olahraga.

  1. Dermatitis

Dermatitis adalah gangguan pada kulit yang bisa terjadi di mana saja termasuk di puting payudara. Biasanya kondisi ini muncul kalau kulit tidak tahan atau alergi dengan bahan tertentu. Misal sabun, parfum, atau produk lainnya. Kulit akan mengalami inflamasi hingga infeksi kalau tidak segera ditangani. Perdarahan juga bisa terjadi kalau bagian kulit terus tergesek pakaian dan luka semakin parah.

  1. Intraductal papilloma

Intraductal papilloma merupakan salah satu tumor yang bisa memicu masalah pada puting payudara karena menyebar di kelenjar susu. Meski bisa memicu perdarahan, tumor ini tidak ganas dan tidak memiliki unsur kanker. Hanya saja, kalau tumbuh besar tetap menyakitkan.

Tumor ini umumnya terjadi pada wanita dengan usia 35-55 tahun. Kondisi ini juga bisa terjadi pada pria meski kemungkinannya rendah. Seseorang rentan terkena tumor ini kalau menggunakan alat kontrasepsi, ada terapi hormon, dan riwayat keluarga.

  1. Kanker

Perdarahan di puting payudara adalah salah satu tanda dari kanker payudara. Perdarahan ini merupakan tanda kalau kondisi kanker sudah mulai parah. Selanjutnya, tanda dari kanker payudara yang umum muncul terdiri dari:

  • Pembengkakan pada payudara yang cukup terlihat dengan jelas. Misal dada kiri dan kanan ada perbedaan ukuran yang signifikan. Umumnya pertambahan ukuran ini muncul karena ada benjolan yang terus membesar.
  • Setelah puting payudara dibersihkan setiap hari, kotoran demi kotoran tetap muncul. Apalagi cairan yang keluar semakin banyak dan tidak dalam bentuk darah saja, cairan kental lain dengan aroma tidak sedap juga bisa muncul.
  • Payudara menjadi sensitif dan mudah menimbulkan rasa sakit saat disentuh. bahkan berada di dalam bra dan terguncang saat berjalan pun masih terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Pembengkakan yang merambat ke semua bagian payudara, tidak hanya di bagian yang awalnya memiliki tumor.

Kapan harus memeriksakan diri?

Perdarahan yang terjadi di puting payudara memang tidak selalu memberikan dampak besar pada tubuh. Namun, kalau beberapa kondisi di bawah ini sampai muncul, Anda harus segera melakukan pemeriksaan secepat mungkin.

  • Darah yang keluar semakin banyak meski tidak sebanyak darah saat bagian tubuh lain terluka seperti teriris. Kalau Anda sering menemukan bercak pada pakaian atau bra, jangan menunggu lama. Segera lakukan pemeriksaan agar diketahui penyebabnya.
  • Bagian areola menjadi berubah warna dan terlihat aneh. Kalau bagian ini terus mengalami perubahan dan Anda sudah mulai tidak nyaman, ada baiknya untuk segera berobat.
  • Selain darah, kemungkinan besar area areola juga akan mengeluarkan cairan tertentu dan aromanya tidak sedap. Kalau sudah pada fase ini jangan menunda lagi untuk memeriksakan diri.
  • Muncul benjolan di payudara dan terasa sakit saat disentuh. Benjolan ini bisa saja tumor atau kanker. Kalau kondisi ini dibiarkan, kondisi akan semakin parah dan payudara semakin terasa nyeri.

Inilah beberapa ulasan tentang apa saja yang bisa menyebabkan perdarahan di puting payudara. Dari pembahasan di atas terlihat dengan sangat jelas kalau gangguan di puting payudara tidak bisa diremehkan begitu saja. Kalau kondisi perdarahan sudah parah dan area payudara sudah semakin terasa  sakit, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

 

5 Penyakit Ini Bisa Memicu Nyeri di Ulu Hati

sakit-perut-sembelit-doktersehat
Photo Source: Freepik

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan sensasi sangat tidak nyaman adalah nyeri pada ulu hati. Biasanya, hal ini terkait dengan naiknya asam lambung hingga ke bagian kerongkongan, namun pakar kesehatan menyebut hal ini bisa saja terkait dengan kondisi yang jauh lebih serius. Apa sajakah kondisi yang serius tersebut?

Penyakit nyeri di ulu hati

Nyeri ulu hati yang terkait dengan masalah asam lambung biasanya dialami setelah makan, namun jika kita sering mengalaminya di luar waktu setelah makan dengan frekuensi yang cukup sering, bisa jadi hal ini dipicu oleh masalah kesehatan yang lebih serius dan harus diwaspadai.

Berikut adalah berbagai macam penyebab penyakit nyeri di ulu hati:

  1. Tukak lambung

Tukak lambung adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri berjenis h.pylori. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dengan dosis. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi obat pereda nyeri berjenis ibuprofen dalam jumlah yang sangat banyak, akan memicu munculnya luka pada dinding lambung dan usus halus dengan gejala nyeri pada ulu hati.

Gejala lain dari masalah tukak lambung adalah mual-mual, muntah, nyeri perut, dan perut yang terasa penuh. Dalam banyak kasus, akan menyebabkan perdarahan dalam dengan gejala kotoran dengan warna yang sangat gelap, tubuh lemah, sesak napas, serta mudah pucat.

Karena sensasi nyeri pada perut yang sangat terasa, penderitanya biasanya memilih untuk tidak makan. Jika dipaksakan, akan menyebabkan sensasi mual atau muntah, sering bersendawa, dan perut kembung.

  1. Penyakit batu empedu

Jika sampai kita menderita penyakit batu empedu, saluran empedu akan tersumbat dan akhirnya memicu gejala nyeri pada ulu hati. Gejala lain yang akan dirasakan adalah hilangnya nafsu makan, mual-mual dan muntah, perut begah dan kembung, demam dengan suhu yang sangat tinggi, penyakit kuning, dan sensasi nyeri di bagian kanan perut usai makan.

Masalahnya adalah penyakit ini seringkali hanya bisa diatasi dengan menggunakan metode operasi. Karena alasan inilah sebaiknya kita mencegahnya dengan cara menjaga berat badan dan menurunkan konsumsi lemak dan protein agar tidak berlebihan. Selain itu, pastikan untuk memperbanyak asupan serat demi menurunkan kadar kolesterol jahat dari dalam tubuh.

  1. Esofagitis

Esophagitis adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh peradangan pada dinding bagian dalam kerongkongan. Peradangan ini bisa saja dipicu oleh kenaikan asam lambung, terjadi infeksi bakteri atau virus, hingga iritasi akibat konsumsi obt-obatan tertentu.

Selain menyebabkan nyeri pada ulu hati, hal ini juga akan menyebabkan sensasi terbakar pada dada, sulit menelan, dan sensasi sangat asam pada mulut.

  1. Radang perut

Radang perut atau dalam dunia medis dikenal sebagai gastritis adalah kondisi yang dipicu oleh infeksi bakteri berjenis h.pylori. Banyak orang yang menyalahartikan gastritis sebagai maag. Padahal, gastritis bisa menyebabkan dampak kesehatan yang jauh lebih serius.

Selain sensasi nyeri pada ulu hati, gastritis juga bisa menyebabkan gejala lain seperti sensasi tidak nyaman pada dada, mual-mual, muntah hingga yang keluar adalah darah yang pekat, hingga kotoran dengan warna kehitaman.

  1. Masalah pankreatitis

Pankreatitis terjadi akibat meradangnya pankreas. Hal ini akan memicu sensasi nyeri pada ulu hati, hilangnya nafsu makan, demam tinggi, kotoran yang berminyak dengan bau yang sangat menyengat, meningkatnya denyut jantung, diare, penyakit kuning, dan lain-lain.

Melihat fakta ini, jangan menyepelekan sensasi nyeri di ulu hati, apalagi jika kondisi ini sering terjadi atau disertai dengan gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya. Segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter demi mengatasinya!

KI KD Informatika K13 Kelas 10 SMA/MA/SMK

Berikut ini kami bagikan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Informatika Kurikulum 2013 untuk Kelas 10 SMA/MA/SMK.

Saya menyusunnya dalam bentuk tabel di bawah ini dengan tujuan supaya mudah untuk anda salin kemudian di copy ke dalam microsft word.


Atau jika tidak maka bisa langsung anda baca dengan melalui perangkat smartphone atau laptop kapan saja anda mau. Bagaimana sangat mudah sekali kan kawan.


Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
3. Memahami, menerapkan,
menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji
dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, dan mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar
Teknologi Informasi dan Komunikasi
3.1 Mengenal lebih dalam integrasi antar
aplikasi office (pengolah kata, angka,
presentasi).
4.1.1 Membuat laporan yang
membutuhkan integrasi objek
berupa teks, data dalam bentuk
angka maupun visualisasi
chart/grafik, gambar/foto.

4.2.1 Memakai fitur lanjut aplikasi office.
Teknik Komputer
3.2.1 Memahami interaksi antara
perangkat keras, perangkat lunak
dan pengguna.

3.2.2 Mengenal jenis-jenis persoalan
terkait penggunaan komputer yang
lebih kompleks dari sebelumnya.
4.2 Melakukan interaksi (transfer data,
tethering) antara dua atau lebih
perangkat yang berbeda.
Jaringan Komputer/Internet
3.3 Mengenal jaringan komputer lebih
teknis.
4.3.1 Menjelaskan komponen jaringan
dan mekanisme yang terjadi dalam
sebuah jaringan.

4.3.2 Menjelaskan jenis-jenis jaringan
komputer
Analisis Data
3.4 Memahami bahwa data dapat
dikoleksi secara kontinyu dan
otomatis melalui berbagai perangkat.
4.4 Melakukan berbagai cara
pengumpulan data yang dijelaskan di
kelas
3.5 Memahami aspek privasi dalam
pengumpulan data.
4.5 Mengambil dan mempublikasi data
dengan memerhatikan aspek privasi.
memanfaatkan fitur visualisasi dari
pengolah angka
3.6 Memahami data yang terkumpul
dalam jumlah besar yang dapat
ditransformasi, digeneralisasi,
disederhanakan.
4.6 Memroses data dengan fitur lanjut
pemroses angka.
3.7 Mengenal berbagai cara visualiasi
data.
4.7 Memvisualisasikan data dalam
jumlah besar serta memberikan
interpretasi yang berdasarkan
penalaran dan prediksi data dengan
Algoritma dan Pemrograman
3.8.1 Mengenal notasi algoritma.

3.8.2 Mengenal struktur/templates
program dalam bahasa yang
diajarkan.

3.8.3 Memahami variabel, value,
konstanta, ekspresi dan instruksi
input/output.

3.8.4 Memahami mekanisme eksekusi kondisional dan loop.

3.8.5 Memahami struktur data dasar
(array sederhana).
4.8.1 Menulis program sederhana
dengan satu program utama yang
memakai salah satu atau gabungan
dari pengetahuan 3.8.1 sampai
dengan 3.8.5

4.8.2 Mengkombinasikan struktur
kontrol dan mengetahui akibatnya,
berdasarkan dengan pengathuan
3.8.1 sampai dengan 3.8.5
Dampak Sosial Informatika
3.10.1 Mengenal Aspek sosial dari
penggunaan komputer.

3.10.2 Mengetahui bahwa rancangan dan
penggunaan teknologi dapat
memperbaiki kualitas hidup atau
memperburuk, bahkan
memperlebar kesenjangan untuk
mengakses informasi.
4.10 Menunjukkan dan menjelaskan
kasus-kasus sosial dari
implementasi produk TIK yang
menimbulkan dampak positif
dan/atau negatif.

Berpikir Komputasional (Tematis)
3.11 Computational Thinking untuk
menyelesaikan persoalan yang
lebih kompleks dari sebelumnya,
yang membutuhkan dekomposisi,
abstraksi dan representasi data,
serta berpola.
4.11 Memecahkan persoalan agak
kompleks yang membutuhkan
dekomposisi, abstraksi dan
representasi data serta berpola.
Praktik Lintas Bidang (Tematis)
3.12 Cross-Cut Component, Capstone
(Integrasi pengetahuan dan
keterampilan), Praktek
4.12.1 Membina Budaya kerja masyarakat
digital dalam tim yang inklusif.

4.2.2 Berkolaborasi untuk melaksanakan
tugas dengan tema komputing.

4.12.3 Mengenali dan mendefinisikan
Persoalan yang pemecahannya
dapat didukung dengan komputer.

4.12.4 Mengembangkan dan
menggunakan abstraksi.

4.12.5 Mengembangkan Artefak
komputasional (produk TIK): Siswa
mampu membuat program
sederhana untuk menunjang
komputasi yang dibutuhkan di
pelajaran lain.

4.12.6 Mengembangkan rencana
pengujian, Menguji dan
mendokumentasikan hasil uji
artefak Komputasional (produk
TIK).

4.12.7 Mengkomunikasikan suatu proses,
fenomena, solusi TIK dengan
mempresentasikan, memvisualisasikan serta
memerhatikan Hak kekayaan
intelektual.

Demikianlah informasi mengenai KI KD Informatika K13 Kelas 10 SMA/MA/SMK yang bisa kami sampaikan kepada anda semuanya.
Sumber https://www.panduandapodik.id/