Kusebut namamu di antara luka,
Di saat hatiku mulai tak berdaya,
Engkau datang membawa cahaya,
Menghibur jiwa yang lama terluka.
Awal bertemu begitu indah terasa,
Senyummu menenangkan segala lara,
Kukira engkau jawaban dari doa,
Ternyata hanya persinggahan sementara.
Kini kau pergi meninggalkan air mata,
Membawa separuh harapan yang kupunya,
Aku mencoba tersenyum dalam kecewa,
Meski hatiku hancur tanpa suara.
Jika memang ini jalan takdir-Nya,
Akan kuterima meski pedih rasanya,
Takkan kupaksa sesuatu yang bukan milikku,
Sebab Tuhan lebih tahu akhir kisahku.
Biarkan air mata ini berlayar,
Membawa rinduku menuju entah di mana,
Di antara harapan yang perlahan pudar,
Dan kematian rasa yang pernah kujaga.
Mungkin kehilangan adalah cara Tuhan,
Mengajariku arti sebuah keikhlasan,
Bahwa yang datang tak selalu untuk menetap,
Dan yang pergi tak selalu harus disesalkan.
Kini kusebut namamu dalam doa,
Bukan agar kau kembali kepadaku,
Tapi agar hatiku mampu menerima,
Bahwa cinta terindah adalah melepaskanmu.






0 comments:
Post a Comment