Tuesday, 7 May 2024

Bunga yang Tak Pernah Mekar

 


Bunga yang tak pernah mekar

Kini layu dan tak lagi bercahaya

Hidupku pun terasa hampa

Saat kau pergi tak kembali


Hati yang dulu penuh warna

Kini berubah menjadi kosong

Seperti bunga yang layu

Tak lagi memiliki kehidupan


Hujan yang tak kunjung datang

Menjadi simbol kesedihan dalam diriku

Bunga yang tak pernah mekar

Meninggalkan rasa kehilangan yang dalam


Namun ku yakin, suatu hari

Bunga akan kembali mekar

Dan hidupku pun akan penuh warna

Saat kau kembali padaku, oh cinta


Bunga yang kini layu

Akan mekar kembali

Seperti cintaku padamu

Yang tak pernah pudar di hatiku

Sore Tak Ada Pelangi

 


Sore ini tak ada pelangi

Semuanya hampa, penuh kering

Hujan tak turun, alam resah

Daun gugur, ranting rapuh

Negeri ini dalam pesakitan 

Air kerap kering, debu pun tumpah

Pelangi, kau hilang dalam penderitaan

Musim kemarau, tiada henti derita menyapanya


Sore yang sunyi, sunyi tanpa warna

Pelangi bersembunyi di balik awan

Namun, percayalah, di ujung pelangi

Ada harapan, ada cinta yang abadi

Meski kering, meski hampa

Sore ini tetaplah indah

Sebab, di dalam hati yang terdalam

Kita temukan pelangi yang tak pernah pudar

Monday, 6 May 2024

Awal Bulan Mei

 



Karya: Khoirul Taqwim 


Awal bulan mei telah tiba

Suasana belum menampakkan hujan

Seakan-akan hujan tak mau menampakkan batang hidungnya

Terasa hambar di hati sanubari

Karena hujan yang di tunggu tak menampakkan wajahnya 


Awal bulan mei

Bulan yang penuh dengan hati yang ramah

Bulan yang penuh dengan harapan 

Harapan tentang hujan

Supaya tanaman hijau berseri

Supaya udara sejuk kembali

Bersama aliran air hujan dari langit


Awal bulan mei 

Bulan yang penuh dengan sebuah harapan

Akankah harapan dapat tercapai

Harapan tentang sebuah kebahagiaan 

Bersama dingin dan segar di terpa air hujan


Awal bulan mei

Bulan sebuah harapan 

Harapan sebuah hati

Menuju sebuah dermaga kebahagiaan

Siang Hari di Pedesaan

 


Karya: Khoirul Taqwim


Siang hari nampak matahari 

Masih bersinar terang

Menerangi alam semesta

Sementara para petani masih sibuk

Menanam padi dan jagung

Sedangkan anak-anak desa

Masih sibuk memancing di dekat persawahan

Udara nampak semilir indah

Mewarna di sepanjang nafas ini bergerak


Siang hari di pedesaan

Membuat hati bahagia rasa

Mewarna di sepanjang rona-rona alam

Udara yang begitu bahagia rasa

Memberi arti kehidupan

Bahwa kehidupan siang hari di pedesaan

Membuat hati bahagia di segenap raga dan jiwa


Siang hari di pedesaan 

Mewarna sepanjang nafas ini bergerak

Udara yang begitu segar

Bersama matahari tepat di atas kepala

Memberi arti tentang rasa sebuah kehidupan


Siang hari di pedesaan 

Memberi arti tentang sebuah kehidupan 

Bahwa kehidupan adalah: bagian seni rasa

Memberi arti tentang sebuah ketenangan 

Menjadi sebuah hidup bahagia di sepanjang nafas ini ada

Semangat Pagi Hari Senin



Karya: Khoirul Taqwim 


Pagi hari senin

Hari mulai beraktivitas kembali 

Mulai dari anak sekolah

Sampai orang dewasa yang mulai sibuk bekerja 


Semangat pagi hari senin

Sebuah hari yang di tunggu

Untuk menompa semangat berkeja kembali

Jangan sampai hari senin

Menjadi hari yang kurang semangat 

Tetapi hari senin awal hari yang penuh dengan kebahagiaan


Semangat pagi hari senin 

Menuju hari yang penuh tantangan

Setelah hari libur di kala hari minggu libur yang penuh dengan keseruan 


Semangat pagi hari senin

Menyusuri jalan hati

Menuju hati yang penuh dengan kebahagiaan 

Memenuhi ruang rindu 

Rindu kebahagiaan nurani

Setelah Idul Fitri

 



Karya: Khoirul Taqwim 


Idul Fitri 

Sudah pergi kala waktu senja terus berputar 

Tak terasa hari Idul Fitri yang penuh kebahagiaan

Telah terlewati sudah

Hanya rasa rindu yang ada di hati

Setelah Idul Fitri berakhir 

Seperti mimpi di siang hari

Indah namun sudah tiada penampakannya


Setelah Idul Fitri 

Terlewati sudah bersama bayangan mentari yang terus berputar 

Kini hanya tinggal kenangan keindahan Idul Fitri 

Saat mudik menjenguk udara kelahiran 


Setelah Idul Fitri

Meninggalkan hari yang terus berputar 

Hanya sebuah kenangan indah

Menjelma menjadi rindu

Kerinduan Idul Fitri 

Memenuhi ruang kebahagiaan tersendiri 

Memenuhi dalam jiwa atma


Setelah Idul Fitri

Pergi bersama senja yang terus melaju

Tinggal sebuah kenangan hati

Hati tentang rasa rindu di hari raya Idul Fitri yang penuh dengan bunga-bunga rindu

Jika Hati

 


Karya: Khoirul Taqwim


Jika hati sedang terluka

Maka hanya ada air mata

Membayangi di setiap ketukan nafas berada

Karena hati jika luka 

Kesengsaraan hati penuh dengan duri sembilu

Mewarna di sepanjang aliran darah ini mengalir 


Jika hati sedang benci

Maka seluruh jasad terasa amarah

Seakan-akan ingin memuntahkan

Antara kepedihan dan darah

Mengalir di setiap detakan jiwa berjalan


Jika hati

Hati yang sedang terluka 

Rasa sakit dan perih 

Mengiringi perjalanan hidup yang penuh dengan air mata

Menghias di setiap kelopak mata yang sedih


Jika hati

Menjadi sakit

Maka maafkan hati yang tak pernah bahagia

Karena hati sedang terluka

Membawa cahaya yang hitam dan pekat


Jika hati

Sedang luka

Maka kesedihan mengiris di segala jiwa ini

Menghantam di segala sandaran jiwa atma