Tuesday, 2 September 2014

CARA MEMBUAT SKRIPSI YANG BAIK DAN BENAR 2014|METODE PEMBUATAN SKRIPSI

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

A. Metode Penelitian 
Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sechonal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan tentang lingkungan fisik rumah dengan kejadian Pneumonia di Kelurahan JAMANIS Kecamatan JAMANIS tahun 2007. 

A. Waktu dan Tempat Penelitian 
Penelitian ini dilaksanakan dari Mei 2007 sampai dengan bulan Juli 2007 dan berlokasi di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya 

B. Populasi dan Sampel 
1. Populasi 
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Balita di Kelurahan JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya dengan jumlah Balita sebanyak 1266 Balita dengan perincian jumlah Balita tiap Posyandu terdiri dari: 
a. Melati = 103 balita 
b. Anggrek = 167 balita 
c. Mawar = 80 balita 
d. Rose = 70 balita 
e. Kamboja = 108 balita 
f. Tulif = 164 balita
g. Lili = 153 balita 
h. Sedap Malam = 234 balita 
i. Teratai = 176 balita 
Jumlah = 1266 balita. 
2. Sampel 
Besar Sampel dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 
Ket n = ukuran sampel 
N = Populasi (1266 Balita) 
d = Derajat kesalahan yang diterima 
= () 

C. Prosedur Pengumpulan Data 
Pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan atau observasi yaitu data mengenai kondisi lingkungan fisik rumah di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS. 

D. Instrumen Pengumpulan Data 
a. Data Primer 
Data primer diperolehg secara langsung pada saat penelitian dengan menggunakan format kuesioner dan wawancara langsung kepada ibu-ibu yang mempunyai Balita 
b. Data Sekunder 
Data sekunder diperoleh dari profil Puskesmas. 

E. Pengolahan Data 
a. Deskripsi Data 
Deskripsi Data adalah merupakan data yang ada secara terperinci untuk menggambarkan kenyataan yang ada di lapangan yang didapatkan dari data sekunder dan data primer dari hasil observasi 

F. Rancangan Analisa Data 
Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara Univariat dan Bivariat: 
1. Analisa Univariat 
Analisa univariat dilakukan dengan bantuan komputer dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Analisa data secara univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi kejadian Pneumonia. 
2. Analisa Bivariat 
Analisa Bivariat untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Untuk menentukan jenis uji hubungan yang akan digunakan terlebih dahulu perlu diketahui distribusi antar variabel dengan melalui uji statistik dengan menggunakan uji chi-squere dengan taraf nyata (0,05). Sehingga apabila hasil penelitian statistik menunjukkan nilai P value kurang dari (<) nilai (0,05) maka dikatakan (Ho) ditolak, artinya secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel. Sedangkan apabila nilai P value lebih dari (>) nilai x (0,05), maka (Ho) diterima yang berarti secara statistik tidak terdapat hubungan antar variabel. Dalam uji korelasi apabila didapatkan nilai P value lebih kecil dari x (0,05) maka ada hubungan yang bermakna antara variabel dependen dan variabel independen. Tetapi apabila nilai P value lebih besar dari x (0,05), maka tidak ada hubungan bermakna antara variabel dependen dan variabel independen. (Hastono, 2001). 
i.Untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan fisik rumah (kepadatan hunian, jenis lantai, jenis dinding, ventilasi, letak dapur, jenis bahan bakar, lubang asap dapur, kelembaban, suhu) yang mempunyai balita di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya. 
ii.Mengetahui hubungan antara jenis lantai dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya. 
iii.Mengetahui hubungan antara letak dapur dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya. 
iv.Mengetahui hubungan antara jenis bahan bakar dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya 
v.Mengetahui hubungan antara lubang asap dapur dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya 
vi.Mengetahui hubungan antara kelembaban dengan kejadian pneumonia pada balita di Desa JAMANIS Kecamatan JAMANIS Kota Tasikmalaya. 
vii.Sebagai kesatuan gerak bagi masyarakat umum untuk meningkatkan peran serta masyarakat melakukan tela’ah kemandirian 

Tina bab II 
A. Kesehatan Masyarakat 
Penyakit banyak sekali ditentukan oleh faktor, norma serta budaya yang menentukan gaya hidup masyarakat akan menciptakan keadaan lingkungan yang sesuai dengannya, dan menimbulkan penyakit yang sesuai pula dengan gaya hidup tadi. Bagaimana sekelompok masyarakat yang melakukan lingkungan air, udara dan sebagainya, akan mengakibatkan terjadinya penyakit yang sesuai pula dengan prilakunya tadi. (Slamet, J.S, 1994). 
Kesehatan masyarakat didefinisikan oleh Winslow, pada tahun 1920 sebagai berikut (Slamet J.S 1994): 
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan kita kesehatan mencegah penyakit, memperpanjan harapan hidup dan meningkatkan kesehatan dan efisiensi masyarakat melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk sanitasi lingkungan, pengendalian penyakit menular, pendidikan higien perorangan, mengorganis pelayanan medis dan perawatan agar dapat dilakukan diagnosis dini dan pengobatan. Pencegahan serta membangun mekanisme sosial, sehingga setiap insan dapat menikmati standar kehidupan yang baik untuk memelihara kesehatan. 
1. Jenis Lantai 
b. Alat ukur : Form cheklist 
c. Cara ukur : Observasi 
d. Skala : Nominal 
e. Kategori : 1. Kedap air 
2. Tidak kedap air 
2. Letak dapur 
Keberadaan dapur dalam rumah Balita berdasarkan letaknya apakah berdempetan/bersatu satu dinding dengan kamar Balita atau terpisah/terhalang oleh ruangan lain. 
a. Alat ukur : Form cheklist 
b. Cara ukur : Observasi 
c. Skala : Nominal 
d. Kategori : 1. Berdempetan 
2. Terpisah 
3. Bahan Bakar 
Jenis bahan bakar yang digunakan untuk memasak dapat kayu, minyak tanah, gas. 
a. Alat ukur : Form cheklist 
b. Cara ukur : Observasi 
c. Skala : Nominal 
d. Kategori : 1. Minyak Tanah 
2. LPG atau Gas 
4. Lubang Asap 
Bagian dari atap dapur yang digunakan untuk jalan keluarnya asap hasil pembakar dan dapat berupa erobong atau genteng. 
a. Alat ukur : Form cheklist 
b. Cara ukur : Observasi 
c. Skala : Nominal 
d. Kategori : 1. Ya 
2. Tidak 
5. Kelembaban Udara 
Angka yang menunjukkan kelembabannya. 
a. Alat ukur : Form cheklist 
b. Cara ukur : Observasi 
c. Skala : Nominal 
d. Kategori : 1. Tinggi 
2. Normal 
6. Suhu 
Keadaan temperatur di dalam rumah. 
a. Alat ukur : Form cheklist 
b. Cara ukur : Observasi 
c. Skala : Nominal 
d. Kategori : 1. Tidak baik 
2. Baik 
7. Kejadian Pneumonia 
a. Alat ukur : Form cheklist 
b. Cara ukur : Observasi 
c. Skala : Nominal 
d. Kategori : 1. Ya 
2. Tidak

Sumber http://www.teoripendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

CONTOH MODUL PROFESI KEGURUAN |FAKULTAS PENDIDIKAN GURU

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

MODUL
HAKIKAT PROFESI KEGURUAN

Kegiatan Belajar
Apa, Mengapa, dan Bagaimana Pekerjaan Profesi

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri profesi, yaitu adanya:
1. standar unjuk kerja;
2. lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab;
3. organisasi profesi;
4. etika dan kode etik profesi;
5. sistem imbalan;
6. pengakuan masyarakat.

Kegiatan Belajar
Profesi Keguruan
Setelah Anda mempelajari secara mendalam kegiatan belajar 2 ini, kemudian Anda pun telah mengerjakan latihan maka coba Anda simak rangkuman di bawah ini.

Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).

Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial.

Kegiatan Belajar
Ciri-ciri Profesi Keguruan
Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut.
1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.
2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).
4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.
7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
Kegiatan Belajar
Latar Belakang Profesi Keguruan

Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).

Kegiatan Belajar


Ruang Lingkup Profesi Keguruan

Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya, yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan; (2) layanan instruksional; dan (3) layanan bantuan, yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal.

Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.



MODUL
KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN SOSIAL GURU
 
Kegiatan Belajar 1

Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.
Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut.

1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

2. Percaya kepada diri sendiri.

3. Tenggang rasa dan toleran.

4. Bersikap terbuka dan demokratis.

5. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya.

6. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya.

7. Memahami tujuan pendidikan.

8. Mampu menjalin hubungan insani.

9. Memahami kelebihan dan kekurangan diri.

10. Kreatif dan inovatif dalam berkarya.

Kegiatan Belajar 2


Kompetensi Sosial Guru

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal.

Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru, antara lain berikut ini.

1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik.

2. Bersikap simpatik.

3. Dapat bekerja sama dengan BP3.

4. Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan.

5. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan).



MODUL
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU

Kegiatan Belajar 1


Komponen-komponen Kompetensi Profesional

Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, bidang studi yang dibinanya, sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.

Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.

1. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.

2. Pengelolaan program belajar-mengajar.

3. Pengelolaan kelas.

4. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.

5. Penguasaan landasan-landasan kependidikan.

6. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.

7. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.

8. Menguasai metode berpikir.

9. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.

10. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.

11. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.

12. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.

13. Mampu memahami karakteristik peserta didik.

14. Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.

15. Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.

16. Berani mengambil keputusan.

17. Memahami kurikulum dan perkembangannya.

18. Mampu bekerja berencana dan terprogram.

19. Mampu menggunakan waktu secara tepat.

Kegiatan Belajar 2


Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar

Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-bulu pelajaran. Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru, semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.

Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar.

Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi, senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya.

Kegiatan Belajar 3


Keputusan Situasional dan Transaksional

Keputusan situasional menyangkut keputusan tentang apa dan bagaimana pengajaran akan diwujudkan berdasarkan analisis situasi (tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disampaikan, waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan siswa).

Keputusan situasional diambil guru ketika menyusun persiapan tertulis dalam bentuk satuan pelajaran (satpel).

Keputusan transaksional merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh guru yang berkaitan dengan pelaksanaan dari keputusan situasional berdasarkan balikan yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun dari interaksi antar siswa dalam PBM yang sedang berlangsung.

Keputusan transaksional diambil karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dalam melaksanakan PBM.



MODUL
PERAN GURU SEBAGAI PENGAJAR

Kegiatan Belajar


Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses itu. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi kepada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakup komponen-komponen: (a) Analisis kurikulum, (b) tujuan instruksional, (c) rencana kegiatan, (d) rencana evaluasi.

Kegiatan Belajar 2
Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas

1. Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.

2. Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.

3. Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait; manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.

4. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi.

5. Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik

Kegiatan Belajar 3
Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar

Kegiatan Belajar 4
Peran Guru dalam Memahami Perkembangan Siswa sebagai Dasar Pembelajaran

Selagi pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa maka perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan isi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua.


MODUL 5
HAKIKAT BIMBINGAN DAN KONSELING

Kegiatan Belajar 1
Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling

1. Bimbingan dapat diartikan sebagai "proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal".

2. Konseling diartikan sebagai "proses membantu individu (klien) secara perorangan dalam situasi hubungan tatap muka, dalam rangka mengembangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapinya".

3. Konseling merupakan salah satu jenis layanan bimbingan, yang dipandang inti dari keseluruhan layanan bimbingan.

4. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu atau peserta didik agar dapat mengembangkan kepribadiannya secara optimal, baik menyangkut aspek fisik, intelektual, emosional, sosial maupun moral-spiritual.

Kegiatan Belajar 2
Fungsi, Asas, dan Prinsip Bimbingan

1. Sebagai proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), bimbingan berfungsi sebagai upaya (a) pemahaman,(b) pencegahan, (c) pengembangan, dan (d) perbaikan.

2. Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip (a) individu atau peserta didik sedang berada dalam proses berkembang, (b) sasaran bimbingan adalah semua peserta didik, (c) mempedulikan semua aspek perkembangan, (d) kemampuan peserta didik merupakan dasar bagi penentuan pilihan, (e) bimbingan merupakan bagian terpadu pendidikan, dan (f) bantuan yang diberikan sebagai upaya mengembangkan kemampuan peserta didik merealisasikan dirinya.

3. Penyelenggaraan bimbingan yang profesional harus mempedulikan asas-asas, seperti kerahasiaan, keterbukaan, keahlian, kedinamisan, dan tut wuri handayani.

Kegiatan Belajar 3
Bidang dan Jenis-jenis Layanan Bimbingan

1. Penyelenggaraan bimbingan itu, meliputi bidang-bidang pribadi, sosial, akademik, dan karier.

2. Jenis-jenis layanan bimbingan, meliputi orientasi, informasi, pembelajaran, bimbingan kelompok, penempatan dan penyaluran, konseling perorangan, dan konseling kelompok

Kegiatan Belajar 4
Hubungan Bimbingan dengan Pendidikan

Pendidikan akan terselenggara dengan baik, apabila ditunjang oleh komponen-komponennya yang meliputi bidang kepemimpinan atau administrasi, pengajaran, dan layanan pribadi siswa atau bimbingan. Melalui bimbingan, proses pendidikan dapat memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek atau karakteristik pribadi siswa secara optimal.


MODUL 6
PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Kegiatan Belajar 1
Peran Kepembimbingan Guru dalam Pembelajaran di Sekolah

Sesuai dengan sifat dan karakteristik perkembangan anak sekolah, bimbingan dan konseling di sekolah lebih efektif menjadi bagian terpadu dari tugas guru BP. Bimbingan di sekolah dilaksanakan secara terpadu dalam proses pembelajaran, kecuali hal-hal yang memerlukan penanganan khusus.

Dalam proses pembelajaran di sekolah guru perlu menampilkan peran kepemimpinan dengan jalan menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang bermuatan/bernuansa bimbingan. Dalam proses pembelajaran itu guru berperan tidak hanya sebatas menyampaikan bahan ajar, tetapi sekaligus mengembangkan perilaku-perilaku efektif baik yang berkenaan dengan perilaku belajar, pribadi, sosial maupun karir.

Kegiatan Belajar 2
Membantu Siswa Bermasalah

Masalah yang dihadapi siswa dapat dibedakan ke dalam masalah belajar dan masalah bukan belajar. Akan tetapi biasanya masalah tersebut bermuara menjadi kesulitan belajar. Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi dengan melakukan tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, pengamatan kebiasaan belajar.

Faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan belajar bisa digolongkan ke dalam faktor eksternal dan internal. Ada beberapa teknik membantu siswa yang kesulitan belajar, yaitu (1) pengajaran perbaikan, (2) pengayaan, (3) peningkatan motivasi belajar, (4) peningkatan keterampilan belajar, (5) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.

Kegiatan Belajar 3
Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah

Ada 4 komponen inti dalam program bimbingan, yaitu (1) Layanan dasar umum, (2) Layanan responsif, (3) Layanan perencanaan individual, dan (4) Pendukung sistem. Layanan dasar umum adalah layanan yang diarahkan untuk membantu seluruh murid mengembangkan perilaku-perilaku yang harus dikuasai untuk jangka panjang. Layanan responsif adalah layanan membantu murid mengatasi masalah atau mengembangkan perilaku yang menjadi kebutuhan pada saat ini dan harus segera dilayani. Layanan perencanaan individual diarahkan untuk membantu murid merencanakan pendidikan, karir dan pengembangan pribadi.

http://smpn4cimahi.com/?p=37
hakikat pengelolaan kelas.

1. Pengelolaan kelas adalah serangkaian tindakan guru yang ditujukan untuk mendorong munculnya tingkah laku yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku yang tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif, serta menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang produktif dan efektif.

2. Tujuan pengelolaan kelas adalah menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif. Tujuan pembelajaran adalah membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.

3. Pengelolaan kelas merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif.


Penataan Lingkungan Kelas

1. Efektivitas proses pembelajaran dipengaruhi oleh keadaan lingkungan fisik kelas serta hubungan sosio-emosional siswa-guru dan siswa-siswa.

2. Lingkungan fisik kelas yang mempengaruhi lancarnya proses pembelajaran adalah tatanan ruangan kelas dan isinya.

3. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan guru dalam menata ruangan kelas adalah visibility (keleluasaan pandangan), kemudahan mencapai sesuatu/ mudah dijangkau, fleksibilitas (keluwesan), kenyamanan, dan keindahan.

4. Dalam menata tempat duduk, guru harus memperhatikan tujuan dan strategi pembelajaran.

5. Karakteristik guru yang dapat menunjang terciptanya hubungan sosio-emosional di kelas, antara lain adalah disukai oleh siswa, memiliki persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya, akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa, bersikap positif terhadap pertanyaan siswa, serta sabar, teguh, dan tegas.

6. Hubungan sosio-emosional antarsiswa dapat ditingkatkan melalui kegiatan kelompok, baik belajar kelompok maupun bekerja kelompok.



DISIPLIN KELAS

Hakikat Disiplin Kelas

Secara umum, disiplin dapat diartikan sebagai ketaatan pada aturan yang ditetapkan. Disiplin kelas dapat diartikan sebagai;

·

o tingkat ketaatan siswa terhadap aturan kelas, dan

o teknik yang digunakan guru untuk membangun atau memelihara keteraturan dalam kelas


Disiplin kelas perlu diajarkan atau ditanamkan pada siswa karena alasan berikut:

o agar siswa mampu mendisiplinkan diri sendiri.

o disiplin merupakan pusat berputarnya kehidupan sekolah.

o disiplin yang tinggi akan menuju kepada terciptanya iklim belajar yang kondusif.

o tingkat ketaatan yang rendah akan menjurus kepada tidak terjadinya belajar yang diharapkan.

o jumlah siswa dalam satu kelas umumnya banyak.

o kebiasaan berdisiplin di sekolah diharapkan menghasilkan kebiasaan berdisiplin di masyarakat.

Tingkat ketaatan siswa atau disiplin siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang cukup kompleks dan saling berkaitan, yang dapat dibedakan atas faktor fisik, sosial, dan psikologis.



Strategi Penanaman dan Penanganan Disiplin Kelas

1. Pandangan terhadap disiplin kelas akan menentukan cara guru dalam menanamkan dan menangani disiplin kelas. Pandangan tersebut antara lain sebagai berikut.



1. Pandangan yang berfokus pada guru, beranggapan bahwa siswa harus mengerjakan apa yang diinginkan oleh gurunya.

2. Pandangan yang berfokus pada kepentingan siswa beranggapan bahwa guru harus tahu kebutuhan siswa dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Sejalan dengan pandangan ini adalah anggapan yang mengatakan:

1. pendekatan yang berhasil dalam membangun disiplin adalah yang menghormati hak individu dan meningkatkan harkat dan konsep diri; serta

2. komunikasi yang terbuka dan jujur antara guru dan siswa sangat perlu dalam penanaman disiplin.

3. Pandangan behaviorisme mengatakan bahwa perilaku dapat dipelajari dan dikontrol.

2. Penanaman disiplin dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

· menjadi model atau memberi contoh,

· mengadakan pertemuan kelas secara berkala,

· menerapkan aturan secara luwes,

· menyesuaikan aturan dengan tingkat perkembangan anak, serta

· meningkatkan partisipasi siswa.

1. mengabaikan,

2. menatap agak lama,

3. menggunakan isyarat nonverbal,

4. mendekati,

5. memanggil nama, serta

6. mengabaikan secara sengaja.

a. Gangguan ringan dapat diatasi antara lain dengan cara:

b. Gangguan berat dapat diatasi antara lain dengan:

2. 3. Cara-cara penanganan disiplin kelas dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. memberi hukuman secara bijaksana, serta

2. melibatkan orang tua.






c. Perilaku agresif dapat diatasi antara lain dengan cara:

1. menukar teman duduk,

2. menghindari konfrontasi,

3. mendinginkan emosi/suasana,

4. menghindari kata-kata kasar, dan

5. konsultasi dengan pihak lain.



Sumber : Buku Strategi Belajar Mengajar oleh Udin S. Winataputra




http://www.ilmupsikologi.com/?p=10

Oleh: Drs. Yadi Purwanto, MM

Pendahuluan

Pendidikan anak di jaman kesejagatan dan modern ini tidaklah mudah. Di satu sisi jaman ini memberikan berbagai banyak kemajuan teknologi yang memungkinkan anak-anak kita memperoleh fasilitas yang serba “canggih” dan “wah”. Anak-anak sekarang sejak dini sudah mengenal HP, camera, dan berbagai peralatan yang amat jauh dengan jaman “ aku si anak singkong”. Kemajuan yang demikian cepat juga ditengarai membawa dampak negatif seperti tersedianya informasi negatif melalui media masa dengan teknologi yang sulit untuk dihindari. Misalnya: porno, kekerasan, konsumerisme, takhayul, klenik dan kemusyrikan melalui berbagai media informasi seperti internet, handphone, majalah, televisi dan juga vcd.

Berbagai kenyataan modernitas dan ketersediaan tersebut faktanya tidak sulit bahkan setiap hari disediakan baik oleh keluarga, masyarakat dan juga dunia informasi. Maraknya dunia periklanan memaksa informasi beredar lebih mudah, lebih seronok dan juga lebih merangsang rasa ingin tahu, rasa ingin mencoba sebagai akibat “rayuan maut” publikasi yang memang dirancang secara apik oleh para ahli komunikasi dengan biaya yang mahal dan dengan dampak meluas dan mendalam. Dapat dikatakan informasi-informasi tersebut dapat lebih cepat hadir daripada sarapan pagi kita, atau lebih cepat disantap daripada nasehat orang tua. Informasi tersebut masuk melalui jendela-jendela ICT (information communication technology).

Lingkungan Pengaruh

Bagi kebanyakan anak, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pengaruh inti, setelah itu sekolah dan kemudian masyarakat. Keluarga dipandang sebagai lingkungan dini yang dibangun oleh orangtua dan orang-orang terdekat. Dalam bentuknya keluarga selalu memiliki kekhasan. Setiap keluarga selalu berbeda dengan keluarga lainnya. Ia dinamis dan memiliki sejarah “perjuangan, nilai-nilai, kebiasaan” yang turun temurun mempengaruhi secara akulturatif (tidak tersadari). Sebagaian ahli menyebutnya dbahwa Pengaruh keluarga amat besar dalam pembentukan pondasi kepribadian anak. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian anak biasanya adalah keluarga yang penuh konflik, tidak bahagia, tidak solid antara nilai dan praktek, serta tidak kuat terhadap nilai-nilai baru yang rusak.

Lingkungan kedua adalah lingkungan masyarakat, atau lingkungan pergaulan anak. Biasanya adalah teman-teman sebaya di lingkungan terdekat. Secara umum anak-anak Indonesia merupakan anak “kampung” yang selalu punya “konco dolanan”. Berbeda dengan anak kota yang sudah sejak dini terasing dari pergaulana karena berada di lingkungan kompleks yang individualistik.

Secara umum masyarakat Jawa hidup dalam norma masyarakat yang relatif masih baik, meskipun pergeseran-pergeserannya ke arah rapuh semakin kuat. Lingkungan buruk yang sering terjadi di sekitar anak, misalnya: kelompok pengangguran, judi yang di”terima”, perkataan jorok dan kasar, “yang-yangan” remaja yang dianggap lumrah, dan dunia hiburan yang tidak mendidik.

Sebenarnya masih banyak pengaruh positif yang dapat diserap oleh anak-anak kita di wilayah budaya masyarakat Jawa, seperti: tutur kata bahasa Jawa yang kromo inggil ataupun berbagai peraturan hidup yang tumbuh di dalam budaya Jawa. Masalahnya adalah bagaiamana mengelaborasi nilai-nilai tersebut agar cocok dengan nilai-nilai modernitas dan Islam.

Namun pada masa kini pengaruh sesungguhnya mana yang buruk dan bukan menjadi serba relatif dan kadang tidak dapat dirunut lagi. Banyak anak yang mengalami kesulitan menghadapi anak bukan karena keluarga mereka tidak memberikan kebiasaan yang baik. Demikian juga banyak anak yang tetap dapat menjadi baik justru tumbuh di keluarga yang kurang baik.

Meskipun demikian secara umum berdasarkan penelitian, bahwa anak-anak akan selalu menyalahkan kondisi keluarga manakala mereka menghadapi masalah apa saja, apakah karena keluarganya telah melakukan yang benar apalagi kalau buruk.

Indikasi pengaruh negatif

Sulit untuk dipisahkan apakah karena kondisi keluarga atau lingkungan sebaya dan pergaulan. Namun sebaiknya para orang tua perlu mengantisipasi beberapa indikasi negatif berikut ini:

(1) Apabila acara TV telah menyedot perhatian anak pada jam-jam efektif belajar. Berdasarkan survey bahwa anak-anak usia sekolah dasar perkotaan menghabiskan waktunya 43% untuk menonton acara TV pada jam-jam belajar. Mereka menjadi sasaran produser film dan iklan-iklan consumer good.

(2) Anak mulai menyukai kegiatan luar rumah pada jam-jam belajar di rumah dan mengalihkan pada kegiatan non-belajar, seperti: jalan-jalan ke mall, play station, dan tempat nongkrong lain. Berdasarkan penelitian Deteksi Jawapos (Maret 2005) bahwa anak-anak SD sekarang ini mengalami penurunan greget belajar karena memperoleh alternatif mengalihkan perhatian pada (acara TV, hiburan luar ruang, dan jalan-jalan).

(3) Anak-anak merasa kesulitan menghafal atau mengerjakan PR secara terus menerus tetapi merasa ketagihan untuk melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pencerdasan diri. Berdasarkan pengamatan Prof. Kusdwiratri (Desember, 2004) menurunnya minat intelektual disertai tidak berminatnya pada kegiatan lain yang mencerdaskan anak bukti berhasilnya sistem hiburan secara massal terhadap anak-anak Indonesia dan dunia belajar anak yang gagal. Perlu diwaspadai jangan sampai pengaruhnya berlangsung permanen.

Pendidikan Integratif

Dengan sitem pengaruh lingkungan seperti sekarang ini, cukup sulit bagi keluarga jaman ini untuk hanya menekankan pendidikan di salah satu lini saja. Sehebat apapun keluarga menyusun sistem pertahanan diri, anak-anak tetap akan menajdi santapan dunia yang serba modern. Kalau tidak sekarang ya akhirnya akan bersentuhan juga. Menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah juga bukan segala-galanya. Jaman ini amat sulit mencari pendidikan yang “kaffah lahir dan bathin” serta terjangkau biayanya oleh kebanyakan orang tua.

Namun dari berbagai kekhawatiran tersebut, kini mulai muncul berbagai pendidikan alternatif yang bisa dipilih. Namun tetap harus menekankan bahwa pendidikan keluarga adalah inti dan sekolah adalah komplemen pelengkap. Beberapa pilihan cerdas tersebut dapat berupa:

(1) Sekolah fullday yang mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan sains dalam lingkungan terkontrol dan terarah dengan nilai-nilai modernitas dan islami.

(2) Sekolah biasa yang bermutu dengan kontrol yang ketat dalam masalah akhlak dan perilaku dengan memberikan penguatan berupa kursus-kursus dan materi tambahan yang dapat memberikan keunggulan.

(3) Sekolah pesantren dengan menambah penguatan pada aspek sains dan ketrampilan.

Rumahku Surgaku

Bagaimanapun ujung dari pendidikan adalah tanggung jawab orang tua, yang berbasis rumah. Masalahnya adalah apakah setiap orang tua kita memiliki kecerdasan yang memadai untuk menjalankan fungsi besar ini? Itulah fungsi besar Ibu-ibu menjadikan rumah sebagai surga melalui tangan bijak sang suami.

Nampaknya ibu-ibu rumah tangga perlu dicerdaskan melalui pendidikan mitra-sekolah. Bahkan di jaman “ibu-ibu sibuk” memasuki dunia kerja, maka para pembantu rumah tangga kita perlu menjadi “Nanny and Govern” yang cerdik pandai seperti Halimah di jaman Nabi yang mampu mengajarkan bahasa Arab dengan kualifikasi terbaik, Yukabad di Jaman Fir’aun yang mampu mengajari Musa bagaimana menjadi pemuda tangguh.

Penutup

Tantangan terbesar dalam pendidikan anak jaman ini adalah informasi yang rusak dan pengaruh buruk yang diciptakan oleh lingkungan modernitas yang tidak berbasis agama.

Tugas berat para orang tua adalah meyakinkan fungsi keluarga mereka benar-benar amana, nayaman bagi anak-anak mereka. Rumah adalah surga bagi anak, dimana mereka dapat menjadi cerdas, sholeh, dan tentu saja tercukupi lahir dan bathinnya. Padahal mana ada surga yang dibangun di atas keserbakekurangan iman, ilmu dan amal sholeh.

Tugas masyarakat adalah bagaimana menjadikan dirinya aman bagi generasi mereka sendiri. Kini yang terjadi kita semua mencemaskan lingkungan kita sendiri. Bahkan kita hampir-hampir tak percaya dengan sekolah kita bahwa mereka mampu menjadi daerah yang aman bagi anak-anak kita.

Tugas besar ini memang mirip dengan tugas kenabian:

”Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al Kitab dan hikmah serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui” (QS. Al Baqarah:151).

Tetapi bukanklah Allah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyiapkan generasi yang terbaik untuk setiap jamannya.

Share and Enjoy:

http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?menu=bmpshort_detail2&ID=415




Sumber http://www.teoripendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

ARTIKEL KINERJA GURU

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

KINERJA GURU 

Guru adalah kondisi yang diposisikan sebagai garda terdepan dan posisi sentral di dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berkaitan dengan itu, maka guru akan menjadi bahan pembicaraan banyak orang, dan tentunya tidak lain berkaitan dengan kinerja dan totalitas dedikasi dan loyalitas pengabdiannya.
Sorotan tersebut lebih bermuara kepada ketidakmampuan guru didalam pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga bermuara kepada menurunnya mutu pendidikan. Kalaupun sorotan itu lebih mengarah kepada sisi-sisi kelemahan pada guru, hal itu tidak sepenuhnya dibebankan kepada guru, dan mungkin ada system yang berlaku, baik sengaja ataupun tidak akan berpengaruh terhadap permasalahan tadi.
Banyak hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan kita, bagaimana kinerja guru akan berdampak kepada pendidikan bermutu. Kita melihat sisi lemah dari system pendidikan nasional kita, dengan gonta ganti kurikulum pendidikan, maka secara langsung atau tidak akan berdampak kepada guru itu sendiri. Sehingga perubahan kurikulum dapat menjadi beban psikologis bagi guru, dan mungkin juga akan dapat membuat guru frustasi akibat perubahan tersebut. Hal ini sangat dirasakan oleh guru yang memiliki kemampuan minimal, dan tidak demikian halnya guru professional
Selain itu, kinerja guru juga sangat ditentukan oleh output atau keluaran dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), sebagai institusi penghasil tenaga guru, LPTK juga memiliki tanggungjawab dalam menciptakan guru berkualitas, dan tentunya suatu ketika berdampak kepada pembentukan SDM berkualitas pula. Oleh sebab itu LPTK juga memiliki andil besar di dalam mempersiapkan guru seperti yang disebutkan diatas, berkualitas, berwawasan serta mampu membentuk SDM mandiri, cerdas, bertanggungjawab dan berkepribadian. 
Harapan ke depan, terbentuk sinergi baru dalam lingkungan persekolahan, dan perlu menjadi perhatian adalah terjalinnnya kinerja yang efektif dan efisien disetiap struktur yang ada dipersekolahan. Kinerja terbentuk bilamana masing-masing struktur memiliki tanggungjawab dan memahami akan tugas dan kewajiban masing-masing
Era reformasi dan desentralisasi pendidikan menyebabkan orang bebas melakukan kritik, titik lemah pendidikan akan menjadi bahan dan sasaran empuk bagi para kritikus, adakalanya kritik yang diberikan dapat menjadi sitawar sidingin di dalam memperbaiki kinerja guru. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan pula akan dapat membuat merah telinga guru sebagai akibat dari kritik yang diberikan, hal ini dapat memberikan dampak terhadap kinerja guru yang bersangkutan. 
Apapun kritik yang diberikan, apakah bernilai positif atau negative kiranya akan menjadi masukan yang sangat berarti bagi kenerja guru. Guru yang baik tidak akan pernah putus asa, dan menjadi kritikan sebagai pemicu baginya di dalam melakukan perbaikan dan pembenahan diri di masa yang akan datang. Kritik terhadap kinerja guru perlu dilakukan, tanpa itu bagaimana guru mengetahui kinerja yang sudah dilakukannya selama ini, dengan demikian akan menjadi bahan renungan bagi guru untuk perbaikan lebih lanjut
Indikator suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat sumber daya manusianya, dan indicator sumber daya manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan masyarakatnya. Semakin tinggi sumber daya manusianya, maka semakin baik tingkat pendidikannya, dan demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu indicator tersebut sangat ditentukan oleh kinerja guru.
Bila kita amati di lapangan, bahwa guru sudah menunjukan kinerja maksimal di dalam menjalan tugas dan fungsinya sebagai pendidik, pengajar dan pelatih. Akan tetapi barangkali masih ada sebagian guru yang belum menunjukkan kinerja baik, tentunya secara akan berpengaruh terhadap kinerja guru secara makro.
Ukuran kinerja guru terlihat dari rasa tanggungjawabnya menjalankan amanah, profesi yang diembannya, rasa tanggungjawab moral dipundaknya. Semua itu akan terlihat kepada kepatuhan dan loyalitasnya di dalam menjalankan tugas keguruannya di dalam kelas dan tugas kependidikannya di luar kelas. Sikap ini akan dibarengi pula dengan rasa tanggungjawabnya mempersiapkan segala perlengkapan pengajaran sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu, guru juga sudah mempertimbangkan akan metodologi yang akan digunakan, termasuk alat media pendidikan yang akan dipakai, serta alat penilaian apa yang digunakan di dalam pelaksanaan evaluasi
Kinerja guru dari hari kehari, minggu ke minggu dan tahun ke tahun terus ditingkatkan. Guru punya komitmen untuk terus dan terus belajar, tanpa itu maka guru akan kerdil dalam ilmu pengetahuan, akan tetap tertinggal akan akselerasi zaman yang semakin tidak menentu. Apalagi pada kondisi kini kita dihadapkan pada era global, semua serba cepat, serba dinamis, dan serba kompetitif. 
Kinerja guru akan menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan komponen persekolahan, apakah itu kepala sekolah, guru, karyawan maupun anak didik. Kinerja guru akan bermakna bila dibarengi dengan nawaitu yang bersih dan ikhlas, serta selalu menyadari akan kekurangan yang ada pada dirinya, dan berupaya untuk dapat meningkatkan atas kekurangan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kearah yang lebih baik. Kinerja yang dilakukan hari ini akan lebih baik dari kinerja hari kemarin, dan tentunya kinerja masa depan lebih baik dari kinerja hari ini. Semoga. 

Sumber http://www.teoripendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Monday, 1 September 2014

Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Assalamu 'alaikum. Apa kabar teman-teman? semoga baik-baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amin. Terima kasih sudah berkunjung di Blog Khusus Doa. Ini adalah artikel pertama saya, yang mana pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang bacaan doa mohon keselamatan dunia dan akhirat lengkap dalam bahasa arab, latin serta terjemahannya.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, dan akan ada kehidupan yang kekal abadi, yakni kehidupan di akhirat. Maka dari itu, selagi kita masih diberi kesempatan hidup di dunia, maka jangan sungkan-sungkan untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT, salah satunya yaitu doa memohon kebaikan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.

baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Ilustrasi doa mohon keselamatan dunia dan akhirat
Berikut adalah bacaan doa selamat dunia akhirat dalam bahasa arab, doa selamat dunia akhirat latin, lengkap dengan artinya. 

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.
Selain doa diatas, untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat, teman-teman juga bisa memanjatkan doa keselamatan dunia dan akhirat berikut ini :

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى الدّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKAL 'AFWA WAL 'AAFIYATA FIDDIINI WAD DUN-YA WAL AAKAHIROTI
Artinya: Ya Allah, kami mohon ampunan kepadaMu dan limpahkanlah kesejahteraan agama dunia dan akhirat
Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita semua, sehingga kita semua diberikan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat serta terjaga dari siksa api neraka. Amien-amien Ya Rabbal 'Alamiin. 

Video Doa Selamat, Doa Saput Jagad

Bagi teman-teman yang belum hafal dengan bacaan doa diatas, silakan baca berulang-ulang kali, dan dengan sendirinya akan hafal tanpa harus melihat teks lagi. Untuk hasil yang maksimal dalam mengucapkan doa-doa bahasa arab, hendaknya teman-teman di dampingi oleh sang ustadz atau orang tua, supaya lebih fasyih dalam mengucapkannya. 

(Pelajari juga : Kumpulan Doa-doa Selamat Lengkap)

Dan bagi yang sudah hafal, silakan ajarkan kepada anak-anak kita, adik-adik kita, teman-teman kita untuk selalu mengucapkan doa mohon kebaikan dunia dan akhirat atau doa selamat dunia akhirat, karena ini sangat penting sekali untuk kita selalu memohon akan kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. 

Demikian yang dapat saya sampaikan pada pertemuan perdana ini. Sebelumnya saya mohon maaf, jika adalah salah penulisan bahasa arab dan/atau penulisan latin yang kurang pas. Akhir kata, wassalamu'alaikum warah matullahi wabarokatuh. 

Semoga bermanfaat.

Sumber https://www.blogkhususdoa.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Francis Bacon - Bapak Empirisme

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sebagai Jaksa Agung dan pemimpin Kanselir Inggris Francis Bacon - Bapak Empirisme
Francis Bacon
Lahir: 22 Januari 1561 Strand, London, Inggris

Meninggal: 9 April 1626 (umur 65) Highgate, Middles3x, Inggris

Kebangsaan: Bahasa Inggris

Almamater: Cambridge University

Era: Renaissance Inggris, Revolusi Ilmiah

Wilayah: Filsafat Barat

Sekolah: Filsafat Renaissance, Empirisme
Francis Bacon adalah seorang filsuf Inggris, negarawan, ilmuwan, ahli hukum, orator, penulis esai, dan penulis. Ia menjabat  sebagai Jaksa Agung dan pemimpin Kanselir Inggris. Karya-karyanya tetap berpengaruh meski ia telah tiada, terutama karena filosofis advokat dan metode ilmiah selama revolusi ilmiah.

Bacon disebut sebagai bapak empirisme. Karya-karyanya mempopulerkan metodologi induktif untuk penyelidikan ilmiah yang sering disebut metode Bacon atau metode ilmiah.

Gelar Bacon diterimanya pada tahun 1603 (menjadi ilmuwan pertama yang menerima gelar ksatria), dan menciptakan Baron Verulam tahun 1618 dan Viscount St Alban tahun 1621

Francis Bacon lahi 22 Januari 1561 di Strand, London, Inggris dan belajar di Cambridge. Dia terkenal sebagai penemu praktek metode ilmiah. Dia bermaksud meninggalkan ilmu pengetahuan yang lama dan mengusahakannya yang baru. Francis Bacon adalah peletak dasar bagi metode induksi modern dan menjadi pelopor yang mensistimatisasi secara logis produser ilmiah. Seluruh filsafatnya bersifat praktis, yaitu untuk menjadikan manusia menguasai kekuatan – kekuatan alam dengan perantaraan penemuan – penemuan ilmiah.

Mulai dari panas yang di peroleh dari tangan yang di gosok – gosokkan hingga dengan panas matahari. Dia berpendapat bahwa panas sebenarnya gerak yang terjadi pada partikel yang lebih kecil dari suatu benda yang pada akhirnya menghasilkan panas pada benda apa pun. Dengan kata lain, Bacon mengusulkan sebuah metode yang dengan metode itu ilmuwan dapat menghasilkan teori yang memiliki kemungkinan keberadaan yang lebih tinggi derajatnya di banding dengan metode yang lain.


Karya dan Pandangan Umum Bacon

Karya tulis Bacon yang terkenal adalah The Advancement of Learning, New Atlantis, dan Novum Organum. Secara umum pandangan Bacon bisa dikatakan praktis, konkret dan utilitaris. Bagi Bacon, untuk mengenal sifat-sifat segala sesuatu perlu penelitian yang empiris. Pengalamanlah yang menjadi dasar pengetahuan. Apa yang diungkapkan Plato menjadi semboyan Bacon, pengetahuan adalah kekuasaan (knowledge is power). Menguasai kekuatan-kekuatan alam dengan penemuan dan penciptaan ilmiah.

Dalam buku Novum Organum, Bacon menyempurnakan metode ilmiah induksi. Menurutnya, logika silogisme tradisional tidak sanggup lagi menghasilkan penemuan empiris, ia hanya dapat membantu mewujudkan konsekwensi deduktif dari apa yang sebenarnya telah diketahui. Agar pengetahuan terus berkembang dan memunculkan teori-teori hukum baru, maka metode deduktif harus ditinggalkan dan diganti dengan metode induktif modern.

Bacon memang bukan penemu murni metode induksi, namun ia hanya berupaya menyempurnakan metode itu dengan cara menggabungkan metode induksi tradisionalis dengan eksperimentasi yang sistematis, observasi yang ekstensif demi mendapatkan kebenaran ilmiah yang konkret, praktis, mensistematisasi prosedur ilmiah secara logis, dan bermafaat bagi manusia.


Metode Bacon: Teori Induktif 

Bacon penaruh perhatian besar pada metode induksi yang tepat untuk memperoleh kebenaran, berdasarkan pada pengamatan empiris, analisis data, penyimpulan yang terwujud dalam hipotesis (kesimpulan sementara), dan verifikasi hipotesis melalui pengamatan dan eksperimen lebih lanjut. Induksi yang bertitik tolak pada eksperimen yang teliti dan telaten terhadap data-data partikuler menggerakkan rasio maju menuju penafsiran atas alam (interpretation natura).

Cara induksi secara sederhana adalah bermula dari rasio bertitik pangkal pada pengamatan indrawi yang partikuler, lalu maju sampai pada ungkapan-ungkapan yang paling umum guna menurunkan secara deduktis ungkapan-ungkapan yang kurang umum. Agar induksi tidak terjebak pada proses generalisasi yang tergesa-gesa, maka yang perlu dihindari empat penghalang prakonsepsi, empat hal tersebut adalah;
  1. Idola tribus (The Idols of Tribe). Menarik kesimpulan tanpa dasar secukupnya, berhenti pada sebab-sebab yang diperiksa secara dangkal (sebagaimana pada umumnya manusia awam/ tribus).
  2. Idola specus (The Idols of the Cave). Menarik kesimpulan hanya berdasarkan prasangka, prejudice, selera a priori (seperti manusia di dalam gua/ specus).
  3. Idola fori (The Idols of the Market Place). Menarik kesimpulan hanya karena umum berpendapat demikian, atau ikut-ikutaan pandapat umum (opini public/ pasar/ forum).
  4. Idola theatri (The Idols of the Theatre). Menarik kesimpulan berdasarkan kepercayaan dogmatis, mitos dst. Karena manganggap dunia adalah panggung sandiwara.
Sumber:
wikipedia.org
Maksum,Ali:2011.Pengantar Filsafat.Jogjakarta.AR-RUZZ MEDIA.
Kompasiana
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Victor Grignard - Penemu Cara Membuat Organomagnesium Halida (RMgX)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Victor Grignard
Lahir: 6 Mei 1871 Cherbourg, Prancis

Meninggal: 13 Desember 1935 (umur 64) Lyon, Prancis

Kebangsaan: Prancis

Bidang: Kimia organik

Lembaga: University of Nancy

Almamater: University of Lyon

Dikenal untuk: Reaksi Grignard
Penghargaan: Hadiah Nobel untuk Kimia (1912)
François Auguste Victor Grignard adalah seorang kimiawan Perancis yang menemukan cara membuat organomagnesium halida (RMgX) saat bekerja untuk meraih gelar Ph.D. Atasannya, Barbier, telah mencoba membuatnya selama beberapa lama, tetapi si jenius Victor lah yang mengatasi masalah tersebut. Penemuan ini pada tahun 1901 mengubah reaksi kimia organik dan membuatnya memenangkan hadiah Nobel pada tahun 1912. Senyawa yang ditemukannya tersebut dikenal dengan nama Reagen Grignard.

François Auguste Victor Grignard lahir di Cherbourg, Prancis pada 6 Mei 1871, ia merupakan anak seorang pembuat layar. Setelah belajar matematika di Lyon ia beralih ke kimia dan menemukan reaksi sintetis dengan namanya (reaksi Grignard) pada tahun 1900. Ia menjadi profesor di University of Nancy pada tahun 1910 dan dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia pada  tahun 1912. Selama Perang Dunia ia belajar perang agen kimia, khususnya pembuatan fosgen dan deteksi gas mustard. Rekannya yang berwarga negara Jerman yang juga seorang kimiawan pemenang Hadiah Nobel adalah Fritz Haber.


Reaksi Grignard[sumber]

Reaksi Grignard adalah reaksi kimia organologam di mana alkil - atau Aril-magnesium halides (reagen Grignard) menambah gugus karbonil Aldehida atau keton. Reaksi ini adalah alat penting untuk pembentukan ikatan antar karbon. Reaksi Halida organik dengan magnesium bukan reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard. Pereaksi Grignard memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pereaksi Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.

Sebuah contoh dari reaksi grignard

 adalah seorang kimiawan Perancis yang menemukan cara membuat organomagnesium halida  Victor Grignard - Penemu  Cara Membuat Organomagnesium Halida (RMgX)

Mekanisme reaksi

Reagen Grignard berfungsi sebagai nukleofil, menyerang atom karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan polar gugus karbonil. Penambahan pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya dihasilkan melalui keadaan transisi enam-beranggota cincin.

Mekanisme dari reaksi Grignard:

 adalah seorang kimiawan Perancis yang menemukan cara membuat organomagnesium halida  Victor Grignard - Penemu  Cara Membuat Organomagnesium Halida (RMgX)

 adalah seorang kimiawan Perancis yang menemukan cara membuat organomagnesium halida  Victor Grignard - Penemu  Cara Membuat Organomagnesium Halida (RMgX)

Namun, dengan terhalangnya pereaksi Grignard, reaksi dapat dianjutkan dengan transfer elektron tunggal. Jalur serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya, dalam pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon, boron-karbon dan karbon-heteroatom.

Reaksi Grignard merupakan cara penting untuk mempersiapkan senyawa organik dari molekul prekursor yang lebih kecil. Untuk pekerjaan ini, Grignard dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1912 bersama-sama dengan rekan-rekan senegaranya, Prancis Paul Sabatier.

François Auguste Victor Grignard meninggal pada 13 Desember 1935 (umur 64) di  Lyon, Prancis.

Sumber:
en.wikipedia.org
Nurul kimia 
Sumber https://blogpenemu.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

CONTOH SURAT SK GURU HONORER | SURAT KETERANGAN

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.



PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAYA
DINAS PENDIDIKAN
YAYASAN TANFIDZUL HANAFIYAH

SMP PLUS TANFIDZUL HANAFIYAH

Alamat : Jl. Raya Sukahening No.66 Kp. Rawa Desa Calingcing Kec. Sukahening Kab. Tasikmalaya

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS YAYASAN TANFIDZUL HANAFIYAH
NOMOR : 001/YTH/KL/2012

TENTANG
PENGANGKATAN GURU HONORER/GURU TIDAK TETAP (GTT)

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Pengurus Yayasan Tanfidzul Hanafiyah Sukahening Tasikmalaya setelah

Memperhatikan         : Surat Permohonan Sdr. ……………….., tanggal ………………., dilahirkan
                                   Di ………………, tanggal ……………., lulusan ……………….
                                  

Menimbang               : Untuk kelancaran jalannya proses Pendidikan di SMP Plus Tanfidzul Hanafiyah
                                   Dipandang perlu untuk mengangkat Guru Honorer/Guru Tidak Tetap

Mengingat                 : AD dan ART Yayasan Tanfidzul Hanafiyah

MEMUTUSKAN

Menetapkam             : 1. Terhitung mulai tanggal ……………., mengangkat :
                                       Nama                                    : ………………………………
                                       Tempat Tgl. Lahir     : ………………………………
                                       Sebagai Guru Honorer/Guru Tidak Tetap SMP Plus Tanfidzul Hanafiyah
                                       Tasikmalaya.
                                   2. Kepada yang bersangkutan diberikan nafkah sesuai dengan RAPBS yang berlaku
                                                 
                                   3. Surat Keputusan ini berlaku untuk masa bakti 1 (satu) tahun pelajaran, dan
                                       dapat diangkat kembali.
                                  
                                   4.  Apabila kemudian hari terdapat kekeliruan di dalam penempatan ini akan diadakan
                                        perbaikan sebagaimana mestinya.

                                                                                                Ditetapkan di   : Sukahening
                                                                                                Pada Tanggal   : ………………….
                                                                                               
                                                                                          Ketua Yayasan Tanfidzul Hanafiyah    






           H. AAH ABDULAH                                       


 

PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAYA
DINAS PENDIDIKAN
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI) AL-RUZ’HAN

SMP ISLAM PLUS MANONJAYA

Alamat : Jl. Pasirpanjang No. 51 Desa Kalimanggis Kec.Manonjaya Kab.Tasikmalaya 46197

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI) AL-RUZ’HAN
NOMOR : 037/YPI/KL/2003

TENTANG
PENGANGKATAN GURU HONORER/GURU TIDAK TETAP (GTT)

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ruz’han Manonjaya Tasikmalaya setelah

Memperhatikan         : Surat Permohonan Sdri. Rosita Hadiani Hidayat , tanggal 01 Juli 2003, dilahirkan
                                   Di Tasikmalaya, tanggal 20 Maret 1982, lulusan SMU.
                                  

Menimbang               : Untuk kelancaran jalannya proses Pendidikan di SMP Islam Plus Manonjaya
                                   Dipandang perlu untuk mengangkat Guru Honorer/Guru Tidak Tetap

Mengingat                 : AD dan ART Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ruz’han Manonjaya.

MEMUTUSKAN

Menetapkam             : 1. Terhitung mulai tanggal 18 Juli 2003, mengangkat :
                                       Nama                                    : ROSITA HADIANI HIDAYAT
                                       Tempat Tgl. Lahir     : Tasikmalaya, 20 Maret 1982
                                       Sebagai Guru Honorer / Guru Tidak Tetap (GTT) SMP Islam Plus Manonjaya,
                                       Tasikmalaya.
                                   2. Kepada yang bersangkutan diberikan nafkah sesuai dengan RAPBS yang berlaku
                                      
                                  
                                   3. Surat Keputusan ini berlaku untuk masa bakti 3 (tiga) tahun pelajaran, dan
                                       dapat diangkat kembali.
                                  
                                   4.  Apabila kemudian hari terdapat kekeliruan di dalam penempatan ini akan diadakan
                                        perbaikan sebagaimana mestinya.

                                                                                                Ditetapkan di   : Manonjaya
                                                                                                Pada Tanggal   : 18 Juli 2003
                                                                                               
         Ketua Yayasan Al-Ruz’han Manonjaya,                            Kepala Sekolah,






            H. RUZ’HANUL ULUM, SE.                                                ERO GANDARA, S.Pd.
                                                                                                NIP. 131 924 220



Tembusan
Disampaikan kepada :
1        Yth. Kakanwil Dinas Pendidikan Prop. Jawa Barat
2.  Yth. Kakandep Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tasikmalaya
3.  Yth. Kakande Dinas Cabang Dikbud Kec. Manonjaya
4. Yang Bersangkutan


PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAYA
DINAS PENDIDIKAN
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI) AL-RUZ’HAN

SMP ISLAM PLUS MANONJAYA

Alamat : Jl. Pasirpanjang No. 51 Desa Kalimanggis Kec.Manonjaya Kab.Tasikmalaya 46197


SURAT KETERANGAN

Nomor   :  422.3/029/SMPI./2006


                        Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama                              :  RUSTAMA, S.Pd.I
NIP.                               :  130 617 220
Jabatan                           :  Kepala Sekolah
Instansi                           :  SMP Islam Plus Manonjaya
               Dengan ini menyatakan bahwa  :
Nama                              :  ROSITA HADIANI HIDAYAT
Tempat/Tgl. Lahir          :  Tasikmalaya, 26 September 1980
Pendidikan/Jurusan        :  S.1 / A.IV / Biologi
Alamat                           :  Jl. Pasar Kaler No. 01 RT 03 RW 02 Ds. Margaluyu Kec. Manonjaya
                                           Tasikmalaya 46197

               Telah melaksanakan tugas sebagai :
1.      Tenaga Sukwan terhitung 18 Juli 2003
             Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguhnya dan benar-benar untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini ternyata tidak benar, saya bersedia diberhentikan dari jabatan yang saya duduki dan dituntut di muka pengadilan.


                                                                                       Tasikmalaya, 24 Januari 2006
                             Disahkan kebenarannya,                               Yang membuat pernyataan
                            Kepala Dinas Pendidikan                       Kepala SMP Islam Plus Manonjaya,
                             Kabupaten Tasikmalaya,







                               YAYAN TAHYAN                                      RUSTAMA, S.Pd. I.
                                     Pembina Tk. I                                               NIP. 130 617 220
                                  NIP. 130 565 243

                                                         

Sumber http://www.teoripendidikan.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.